Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2024

Evaluasi Keberhasilan Kendali Mutu Generator Sinar-X Simulator Varian Rad-14 di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah

Gambar
Di Sub Instalasi Radioterapi RSUP Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah, penelitian terbaru berhasil mengevaluasi kendali mutu (Quality Control) pada generator sinar-X simulator Varian Rad-14 menggunakan metode Half Value Layer (HVL) aluminium. Tujuan utama kendali mutu ini adalah memastikan kualitas berkas radiasi sinar-X dengan memenuhi standar yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1250/MENKES/SK/XII/2009 tentang Pedoman Kendali Mutu Peralatan Radiodiagnostik. Proses pengujian dilakukan dengan mengukur nilai HVL melalui dua tahapan: pengukuran tanpa filter dan dengan variasi ketebalan filter aluminium. Filter yang digunakan memiliki ketebalan 0,500 mmAl dan 1,000 mmAl pada tegangan tabung 70, 80, dan 90 kV, serta arus waktu 20 mAs. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai HVL pada tegangan tabung 70 kV mencapai 3,008 mmAl dan 3,017 mmAl, melebihi batas minimum 2,1 mmAl. Begitu juga pada tegangan 80 kV dengan nilai HVL sebesar 3,477 mmAl dan 3,512 mmAl, se...

Keberhasilan Uji Kesesuaian Kolimasi Pesawat Fluoroskopi di Instalasi Radiologi RSD Mangusada Badung

Gambar
Penelitian yang dilakukan oleh Marcellino, dkk di Instalasi Radiologi RSD Mangusada Badung berhasil menyelesaikan uji kesesuaian kolimasi pada pesawat fluoroskopi merk Siemens. Uji kesesuaian ini sangat penting untuk memastikan bahwa sinar-X yang digunakan sesuai dengan standar keamanan yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) dalam Peraturan BAPETEN No. 2 Tahun 2022. Penelitian ini dilakukan sebagai bagian dari kontrol kualitas guna menjaga keselamatan pasien serta kualitas citra yang dihasilkan oleh perangkat fluoroskopi. Uji kolimasi dilakukan melalui tiga tahap, yaitu uji iluminasi, pengukuran selisih lapangan kolimasi dengan berkas sinar-X, serta ketegaklurusan berkas sinar-X. Hasil yang diperoleh menunjukkan nilai iluminasi pada berbagai area perangkat yang memenuhi batas minimum 100 lux, dengan hasil rata-rata di atas nilai batas ini: 259,2 lux pada region 1, 248,4 lux pada region 2, 237,6 lux pada region 3, dan 270,0 lux pada region 4. Selain itu, pengukuran ...

Revisi Standar Kompetensi Pengawas Radiasi BAPETEN untuk Penguatan Pengawasan Nuklir di Indonesia

Gambar
Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) saat ini tengah mengkaji ulang standar kompetensi untuk jabatan fungsional pengawas radiasi, dengan tujuan memperkuat efektivitas pengawasan tenaga nuklir di Indonesia. Langkah ini menanggapi kebutuhan akan standar kompetensi yang selaras dengan Peraturan Menteri PANRB Nomor 38 Tahun 2017, yang mensyaratkan seluruh instansi pemerintah mengadopsi standar kompetensi ASN terbaru. Kajian yang dipresentasikan dalam Seminar Keselamatan Nuklir 2023 oleh Ratna Sari Sudayat dan timnya di BAPETEN, mengidentifikasi pentingnya memperbarui kompetensi pegawai pengawas radiasi guna mendukung pengawasan yang andal, profesional, dan berkelanjutan. Standar kompetensi yang direvisi akan mencakup lima tingkat keahlian, dari tingkat dasar hingga tingkat ahli, dengan indikator perilaku spesifik di setiap level untuk memudahkan proses evaluasi kompetensi. Penyesuaian ini tidak hanya mencakup aspek teknis, tetapi juga kompetensi manajerial dan sosial kultural, yang akan ...

Kerangka Hukum Kebijakan Pertahanan untuk Pembangunan PLTN Indonesia

Gambar
Dalam rangka persiapan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pertama di Indonesia, seminar tahun 2023 mengangkat topik penting mengenai analisis kerangka hukum kebijakan pertahanan nasional. Sebagai salah satu sumber energi bersih yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan energi berkelanjutan, pembangunan PLTN membutuhkan dukungan kebijakan dan kerangka hukum yang komprehensif dan jelas. Makalah yang disajikan oleh Donni Taufiq, Anri Amaldi Ridwan, dan Sandi Wahyudi dari berbagai institusi pemerintah, termasuk BAPETEN, menguraikan pentingnya kerangka hukum dalam memastikan bahwa pembangunan dan pengoperasian PLTN dapat berjalan sesuai standar keamanan dan kebijakan pertahanan nasional. Kerangka hukum ini meliputi peraturan yang mengatur aspek pertahanan, keselamatan, perlindungan terhadap ancaman, serta tanggung jawab instansi pemerintah dalam memonitor dan mengelola proyek PLTN. Kebijakan pertahanan terkait PLTN tidak hanya mempertimbangkan keamanan domestik tetapi juga m...

Penurunan Dosis Kolektif Pekerja Reaktor TRIGA 2000 Bandung di Tahun 2020-2021

Gambar
Penelitian terbaru dari Seminar Keselamatan Nuklir 2023 menyoroti penurunan signifikan dosis kolektif pekerja di Reaktor TRIGA 2000 Bandung selama periode tahun 2020 hingga 2021. Berdasarkan laporan tersebut, dosis kolektif pada tahun 2020 tercatat sebesar 11,89 mSv, sementara di tahun 2021 menurun drastis menjadi 2,34 mSv. Sebagai perbandingan, pada tahun 2017 hingga 2019 dosis kolektif berada di kisaran 30,82 hingga 36,62 mSv per tahun. Penurunan ini diduga kuat disebabkan oleh pembatasan aktivitas terkait pandemi COVID-19 serta berkurangnya jam operasional reaktor. Dampak dari kondisi tersebut berhasil mengurangi waktu paparan radiasi pekerja secara signifikan. Selain itu, laporan ini juga mencatat bahwa nilai dosis tertinggi dalam situasi normal atau terencana mencapai 3,28 mSv dengan rata-rata dosis tertinggi sebesar 1,38 mSv, menunjukkan bahwa langkah-langkah keselamatan dan proteksi radiasi sudah diterapkan dengan baik. Studi ini juga merekomendasikan pembaruan nilai pembatas do...

Pengembangan Basis Data Dekomisioning Nuklir di Indonesia: Efisiensi dan Keamanan dengan Rancangan CERREX-D2

Gambar
Dalam upaya meningkatkan efisiensi dan keamanan dalam proses dekomisioning fasilitas nuklir, tim dari BAPETEN dan BRIN mengembangkan rancangan basis data berbasis Entity Relationship Diagram (ERD) yang diperuntukkan bagi kegiatan dekomisioning. Penelitian ini bertujuan untuk mempermudah pengelolaan data dekomisioning yang sebelumnya disimpan dalam Microsoft Excel melalui perangkat lunak CERREX-D2 (Cost Estimation for Research Reactors in Excel). Basis data ini dirancang agar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan lokal di Indonesia, memanfaatkan perangkat lunak MySQL untuk pengelolaan data. Latar Belakang dan Pentingnya Dekomisioning Nuklir Dekomisioning merupakan proses perencanaan hingga pembongkaran fasilitas nuklir setelah masa pakainya berakhir. Proses ini sangat penting untuk menjaga keamanan karena bahaya radiasi pengion yang ditinggalkan fasilitas tersebut. Dalam rangka membantu negara-negara anggota, IAEA membentuk International Decommissioning Network (IDN) pada 2007 dan meluncu...

Uji Kebocoran Sinar-X di RSD Mangusada: Keamanan Penggunaan Pesawat Sinar-X Konvensional Terjamin

Gambar
Tim peneliti dari Universitas Udayana melakukan uji kebocoran pada pesawat sinar-X konvensional di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada, Badung. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kebocoran radiasi sinar-X dan memastikan kesesuaian alat sesuai dengan standar keamanan yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) dalam Peraturan Nomor 2 Tahun 2022. Pengujian dilakukan dengan menutup kolimator, yang merupakan jalur keluarnya sinar-X, dan mengukur radiasi di berbagai posisi sekitar tabung sinar-X pada jarak 100 cm. Pengukuran dilakukan menggunakan surveymeter, alat yang mampu mendeteksi paparan radiasi pada lima titik: kiri, kanan, atas, depan, dan belakang. Nilai yang diperoleh dibandingkan dengan batas toleransi yang diizinkan, yaitu ≤ 1 mGy/jam. Hasil Pengujian Hasil uji menunjukkan bahwa tingkat kebocoran tertinggi berasal dari sisi kanan tabung, yaitu sebesar 0,0066 mGy/jam, masih jauh di bawah batas toleransi yang diizinkan. Kebocoran ter...

Perkembangan Sistem Instrumentasi Keselamatan dalam Small Modular Reactor (SMR) untuk Keamanan Nuklir

Gambar
Pada Seminar Keselamatan Nuklir 2023, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) membahas perkembangan terkini sistem instrumentasi keselamatan pada teknologi Small Modular Reactor (SMR). SMR adalah jenis reaktor nuklir berdaya rendah yang menawarkan efisiensi dan fleksibilitas, terutama bagi negara dengan sumber daya terbatas dan jaringan listrik yang lebih kecil. Teknologi ini dirancang untuk menghasilkan hingga 300 MW(e), yang jauh lebih rendah dibandingkan reaktor konvensional berdaya besar. Dalam laporan yang dipresentasikan oleh Zulfiandri dan Zakki Muhammad dari Direktorat Pengaturan Pengawasan Instalasi dan Bahan Nuklir, disebutkan bahwa SMR yang berpendingin air masih mengadopsi sistem instrumentasi dari reaktor besar. Namun, untuk SMR berteknologi canggih seperti yang menggunakan pendingin logam cair atau gas pada suhu tinggi, instrumentasi pengukuran memerlukan penyesuaian khusus, yang mampu menahan suhu ekstrem dan kompatibel secara kimia dengan jenis pendingin yang digunakan. ...

Pentingnya Partisipasi Masyarakat dalam Pembentukan Peraturan Nuklir: Upaya Transparansi dan Kepercayaan Publik

Gambar
Dalam era demokrasi modern, keterlibatan masyarakat dalam pembentukan peraturan perundang-undangan menjadi elemen penting yang mampu memperkuat transparansi, legitimasi, dan kualitas peraturan yang dihasilkan. Hal ini menjadi fokus utama penelitian terbaru yang dipresentasikan oleh Rr. Silvi Habsari dan Duria Sumariyastuti dari BAPETEN dalam Seminar Keselamatan Nuklir 2023, yang mengkaji pentingnya partisipasi publik dalam pembentukan regulasi khususnya di bidang ketenaganukliran. Di Indonesia, keterlibatan masyarakat telah diakomodasi oleh berbagai aturan, seperti yang tertuang dalam UU No. 13 Tahun 2022 tentang Perubahan Kedua Atas UU No. 12 Tahun 2011, yang memberikan hak bagi masyarakat untuk memberikan masukan pada setiap tahap pembentukan perundang-undangan, baik secara lisan maupun tertulis, baik daring maupun luring. Pemerintah bahkan meluncurkan aplikasi e-partisipasi.peraturan.go.id untuk mempermudah masyarakat mengakses rancangan peraturan dan menyampaikan pendapat mereka se...

PLTN Modular: Inovasi Desain Multi Modul untuk Keamanan dan Efisiensi di Indonesia

Gambar
Teknologi pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) terus mengalami inovasi, salah satunya melalui desain reaktor multi modul yang kini diperkenalkan untuk PLTN skala kecil dan menengah, atau Small Modular Reactor (SMR). Penelitian terbaru yang dipresentasikan dalam Seminar Keselamatan Nuklir 2023 oleh Muhammad Rifqi Harahap bersama tim dari BAPETEN menyoroti pengaruh desain multi modul SMR terhadap ketentuan keselamatan reaktor daya di Indonesia. Desain multi modul memungkinkan beberapa reaktor seragam untuk ditempatkan dalam satu lokasi yang berdekatan dan berbagi struktur, sistem, serta komponen. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi biaya pembangunan. Namun, sistem ini juga memunculkan tantangan baru dalam aspek keselamatan yang memerlukan penyesuaian regulasi. Dalam desain ini, jika terjadi gangguan pada satu modul, potensi risiko dapat berdampak pada modul lainnya. Oleh karena itu, perlindungan ekstra dalam bentuk regulasi keselamatan perl...

Konsep Radio-Eco Wisata: Menggabungkan Pariwisata Nuklir dengan Keberlanjutan Lingkungan

Gambar
Di tengah berkembangnya minat wisata terhadap destinasi-destinasi unik, konsep Radio-Eco Wisata muncul sebagai alternatif pariwisata yang menggabungkan pengetahuan nuklir dengan prinsip keberlanjutan. Dalam sebuah prosiding ilmiah yang dipresentasikan oleh Irwanuddin H. I. Kulla dan Syamsul Ma’arif di Seminar Keselamatan Nuklir 2023, konsep ini bertujuan untuk mengoptimalkan manfaat pariwisata nuklir sambil mengelola risiko yang terkait dengan paparan radiasi dan dampak lingkungan. Radio-Eco Wisata berfokus pada cara-cara mengubah destinasi yang terkait dengan energi nuklir, seperti pembangkit listrik atau situs bekas kecelakaan nuklir, menjadi tempat wisata edukatif yang aman. Konsep ini tidak hanya menekankan pada pemanfaatan potensi ekonomi dari pariwisata nuklir, tetapi juga pada aspek pelestarian lingkungan, pemanfaatan energi terbarukan, serta pemberdayaan masyarakat lokal di sekitar lokasi wisata. Para peneliti menunjukkan bahwa potensi manfaat ekonomi Radio-Eco Wisata bisa sign...

Evaluasi Garpu Batang Kendali RSG-GAS: Keamanan dan Efisiensi Pengoperasian hingga Tahun 2030

Gambar
Dalam rangka mendukung operasi reaktor RSG-GAS hingga akhir izin operasinya pada tahun 2030, tim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan evaluasi kinerja garpu batang kendali yang berperan vital dalam pengendalian daya reaktor. Reaktor Serba Guna G.A. Siwabessy (RSG-GAS), yang mulai beroperasi sejak 1987, menggunakan sistem kendali batang kendali ini untuk menjaga stabilitas reaktor dengan mengatur reaktivitas. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa waktu jatuh batang kendali tetap memenuhi standar keselamatan di bawah 470 milidetik (ms), yang merupakan batas aman bagi operasi reaktor. Perangkat kendali ini juga menunjukkan penurunan reaktivitas lebih sebesar 12,94%, yang dapat memperpendek durasi siklus operasi reaktor, namun tetap berada dalam batas aman untuk operasi jangka panjang. Sebagai bagian dari pengawasan keselamatan, waktu jatuh batang kendali akan terus dipantau, terutama jika ditemukan waktu jatuh yang kurang dari 350 ms, yang dapat mengakibatkan kerusakan mekanis aki...

Inovasi Pemanfaatan Terak Timah untuk Mortar yang Aman bagi Lingkungan

Gambar
Penelitian terkini oleh tim peneliti dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) dan Universitas Indonesia menyoroti inovasi penggunaan terak timah sebagai substitusi parsial agregat halus dalam mortar. Terak timah, yang merupakan hasil samping dari proses peleburan timah, mengandung radionuklida seperti 226Ra, 228Ra, dan 228Th, yang berpotensi meningkatkan risiko radiasi. Penelitian ini mengkaji efektivitas dan keamanan terak timah sebagai komponen mortar untuk melihat seberapa besar potensi lepasan radiasi ke lingkungan. Proses penelitian mencakup penggunaan variasi campuran terak timah dalam mortar sebesar 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%. Simulasi pelindian dilakukan untuk memantau lepasnya radionuklida dari mortar yang mengandung terak timah dalam jangka waktu 14 hingga 56 hari. Hasil menunjukkan bahwa dengan meningkatnya kadar terak timah dan durasi pelindian, aktivitas radiasi dalam air lindi juga meningkat. Walau begitu, laju lindi cenderung menurun seiring waktu, menunjukkan bahwa se...

Peningkatan Risiko Seismik di Kawasan Nuklir Serpong: Implikasi dan Keamanan Fasilitas RSG-GAS

Gambar
Studi terbaru mengenai risiko seismik di Kawasan Nuklir Serpong (KNS) menunjukkan adanya peningkatan potensi risiko gempa bumi di sekitar wilayah tersebut, terutama di lokasi reaktor nuklir RSG-GAS. Penelitian yang dipublikasikan pada Prosiding Seminar Keselamatan Nuklir 2023 ini menganalisis kondisi tanah di kawasan tersebut menggunakan metode Horizontal Vertical Spectral Ratio (HVSR) untuk memastikan keamanan operasional fasilitas nuklir yang ada. Penelitian ini menemukan bahwa wilayah sekitar reaktor RSG-GAS, yang beroperasi dengan daya hingga 30 MWth, mengalami peningkatan risiko dengan potensi percepatan tanah maksimal mencapai 0,57 g, dibandingkan dengan desain awal RSG-GAS yang hanya memperkirakan nilai maksimum sebesar 0,25 g. Peningkatan ini diakibatkan oleh faktor-faktor seismik yang berasal dari aktivitas megathrust serta sejarah gempa bumi di Jawa Barat, yang menunjukkan lebih dari 1.200 kejadian gempa berskala di atas 4,5 M sejak 1990. Para peneliti menggunakan pengamatan ...

BAPETEN Siapkan Regulasi Pengawasan Manufaktur Komponen PLTN untuk Masa Depan Energi Nuklir Indonesia

Gambar
Dalam upaya mempersiapkan infrastruktur pengawasan yang komprehensif untuk Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) menggelar seminar yang membahas regulasi pengawasan manufaktur komponen PLTN. Seminar ini dipimpin oleh Diah Hidayanti Sukarno, yang menekankan pentingnya regulasi yang memadai untuk memastikan keselamatan dan kualitas dalam proses manufaktur. Dalam makalah yang dipresentasikan, Hidayanti menjelaskan bahwa keberadaan PLTN di Indonesia menjadi kebutuhan mendesak seiring dengan keterbatasan energi fosil dan tuntutan untuk mengurangi emisi karbon. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah belum tersedianya regulasi yang lengkap untuk mengawasi setiap tahap pembangunan dan pengoperasian PLTN, khususnya pada tahap manufaktur komponen. Hidayanti mengidentifikasi empat kelompok informasi penting yang harus diperhatikan oleh badan pengawas dalam penilaian kegiatan manufaktur. Informasi tersebut mencakup data terkait pemilik in...

Keamanan Reaktor Daya Terapung: Solusi Energi Masa Depan yang Perlu Diperhatikan

Gambar
Dalam era modern ini, kebutuhan akan sumber energi yang bersih dan efisien semakin mendesak, terutama di daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh jaringan listrik konvensional. Salah satu inovasi yang muncul adalah reaktor daya terapung, yang menawarkan solusi untuk menghasilkan tenaga listrik di lokasi-lokasi yang sulit diakses. Namun, di balik potensi besar ini, terdapat tantangan signifikan terkait keamanan yang perlu diperhatikan. Reaktor daya terapung, seperti yang dijelaskan dalam prosiding Seminar Keselamatan Nuklir 2023, bukan hanya sekadar fasilitas pembangkit listrik. Keamanan reaktor ini mencakup berbagai aspek, mulai dari perlindungan terhadap serangan fisik hingga pencegahan pelepasan bahan radioaktif. Dalam konteks ini, penting untuk mengidentifikasi satu otoritas kompeten yang dapat mengoordinasikan upaya multi-lembaga untuk memastikan keamanan nuklir, seperti yang dilakukan oleh BAPETEN di Indonesia. Salah satu fokus utama dari rencana keamanan adalah melindungi insta...

Evaluasi Peraturan Kepala BAPETEN: Mendorong Keselamatan dan Efektivitas Regulasi Nuklir di Indonesia

Gambar
Dalam upaya meningkatkan keselamatan dan efektivitas regulasi di sektor nuklir, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) telah melakukan analisis dan evaluasi terhadap Peraturan Kepala BAPETEN Nomor 1 Tahun 2009. Kegiatan ini merupakan bagian dari pemantauan dan peninjauan peraturan perundang-undangan yang diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2022. Dalam prosiding Seminar Keselamatan Nuklir 2023, yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan di bidang ketenaganukliran, Suci Prihastuti dan timnya mempresentasikan hasil evaluasi yang menunjukkan bahwa peraturan yang telah berlaku lebih dari lima tahun ini mendesak untuk direvisi. Evaluasi dilakukan berdasarkan Pedoman Evaluasi Peraturan Perundang-undangan yang diterbitkan oleh Biro Pembinaan Hukum Nasional-Kementerian Hukum dan HAM, dengan menggunakan enam dimensi penilaian. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat beberapa isu mendasar dalam Peraturan Kepala BAPETEN Nomor 1 Tahun 2009, termasuk ketidakjelasan rumusan, ambigui...

Potensi dan Risiko Penggunaan Terak Timah sebagai Material Mortar Bangunan

Gambar
Penelitian terbaru yang dipaparkan dalam Seminar Keselamatan Nuklir 2023 mengungkapkan analisis penggunaan terak timah sebagai substitusi parsial dalam pembuatan mortar untuk bangunan. Terak timah, hasil sampingan dari industri peleburan timah, mengandung radionuklida alamiah yang tergolong Mineral Ikutan Radioaktif (MIR), yaitu uranium dan thorium. Walau terak timah dapat meningkatkan kekuatan mortar, konsentrasi radionuklida di dalamnya melebihi batas aman yang ditentukan, yakni 5,724 Bq/gram untuk Radium-226, 16,590 Bq/gram untuk Thorium-228, dan 1,161 Bq/gram untuk Kalium-40​. Menggunakan perangkat lunak RESRAD-BUILD, penelitian ini mensimulasikan dosis radiasi yang mungkin diterima oleh penghuni ruangan dengan mortar berbahan terak timah. Variabel yang diuji meliputi ukuran ruangan, ketebalan lapisan plesteran, serta tingkat okupansi ruangan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa semakin besar ukuran ruangan, dosis radiasi yang diterima cenderung menurun karena jarak dengan sumber radi...

Menguatkan Sistem Safeguards dalam Perizinan Penyimpanan Mineral Ikutan Radioaktif (MIR)

Gambar
 Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) kini mengutamakan aspek safeguards dalam perizinan penyimpanan Mineral Ikutan Radioaktif (MIR), sebagaimana dibahas pada Seminar Keselamatan Nuklir 2023. Mineral ikutan ini, yang sering ditemukan dalam industri pertambangan dan minyak, mengandung radionuklida alam seperti uranium dan thorium, yang memerlukan pengawasan ketat untuk memastikan pemanfaatannya hanya untuk tujuan damai. Melalui peraturan terbaru, BAPETEN menyoroti pentingnya dokumen safeguards dalam proses perizinan, meski belum secara rinci dijelaskan dalam regulasi yang ada​. Sebagai negara yang terikat pada Perjanjian Non-Proliferation Treaty (NPT) dan Protokol Tambahan IAEA, Indonesia wajib menerapkan sistem safeguards yang menyeluruh. Protokol ini bertujuan untuk memantau bahan nuklir dalam MIR agar tidak disalahgunakan. Di Indonesia, BAPETEN mengusulkan format sederhana untuk dokumen safeguards yang diharapkan membantu pemohon izin dalam menyusun laporan penyimpanan yang mem...

Regulasi Pengelolaan Mineral Ikutan Radioaktif Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 52 Tahun 2022

Gambar
Pemerintah Indonesia melalui Peraturan Pemerintah (PP) No. 52 Tahun 2022, mengatur ulang tata kelola Mineral Ikutan Radioaktif (MIR), yang sebelumnya dikenal sebagai TENORM. PP ini menyajikan perubahan penting, mengizinkan pengolahan ulang MIR dengan syarat keselamatan dan keamanan yang ketat, berfokus pada uranium dan thorium yang terdapat dalam mineral tersebut. Kebijakan ini memberikan peluang baru bagi pengusaha di sektor tambang untuk mengolah dan memanfaatkan MIR, di mana sebelumnya hanya diperbolehkan penyimpanan​. Regulasi ini menguraikan pembagian MIR dalam beberapa kategori, yaitu penyimpanan sementara, pembuangan permanen, serta pengendalian keselamatan pekerja dan lingkungan. Fasilitas penyimpanan yang memadai dan aman serta pemantauan radiasi untuk pekerja adalah persyaratan wajib yang ditetapkan dalam PP 52/2022 untuk mencegah paparan radiasi yang berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Selain itu, peraturan juga membahas kemungkinan kolaborasi dengan pihak ketiga dalam me...

Seminar Keselamatan Radiasi: Mendorong Reformasi Pemantauan Dosis di Sektor NORM

Gambar
Dalam rangka meningkatkan keselamatan pekerja di industri yang berhubungan dengan Naturally Occurring Radioactive Material (NORM), sebuah seminar penting diadakan pada tahun 2023, yang menyoroti perlunya reformasi dalam pemantauan dosis radiasi. Seminar ini dipimpin oleh dua ahli dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), Chrisantus Aristo Wirawan Dwipayana dan Diella Ayudhya Susanti, yang mengemukakan bahwa peraturan yang ada saat ini perlu diperbarui untuk mencakup pemantauan dosis dari paparan interna. Dwipayana menjelaskan bahwa Peraturan Kepala BAPETEN Nomor 16 Tahun 2013 saat ini hanya mempertimbangkan dosis radiasi dari paparan eksterna. "Namun, paparan interna melalui inhalasi juga merupakan faktor signifikan yang berkontribusi terhadap dosis total yang diterima oleh pekerja," katanya. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan yang lebih holistik diperlukan untuk melindungi kesehatan pekerja. Seminar ini juga membahas Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2022, yang mengat...

Pengembangan Budaya Keselamatan Nuklir yang Spesifik untuk Indonesia

Gambar
Dalam upaya meningkatkan keselamatan nuklir di Indonesia, sebuah studi awal yang dilakukan oleh Reno Alamsyah dan Anggoro Septilarso dari BAPETEN mengusulkan pengembangan Budaya Keselamatan Nuklir (Nuclear Safety Culture/NSC) yang disesuaikan dengan nilai-nilai budaya nasional. Penelitian ini muncul sebagai respons terhadap kebutuhan untuk membangun kepercayaan publik terhadap keselamatan nuklir, terutama seiring dengan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di tanah air. Sejak tahun 2006, BAPETEN telah mengadopsi standar dan pedoman dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk mengembangkan budaya keselamatan nuklir di Indonesia. Namun, tantangan muncul ketika nilai-nilai budaya lokal tidak sepenuhnya sejalan dengan standar internasional. Dalam konteks ini, laporan Nenilai 2020 mengidentifikasi sepuluh nilai budaya yang ada di masyarakat Indonesia, beberapa di antaranya bersifat negatif, seperti birokrasi yang rumit dan korupsi. Studi ini menekankan pentingny...

Film sebagai Media Efektif untuk Sosialisasi Pemanfaatan dan Keselamatan Teknologi Nuklir di Indonesia

Gambar
Penggunaan film sebagai alat komunikasi dinilai efektif untuk meningkatkan pemahaman dan penerimaan masyarakat Indonesia terhadap teknologi nuklir. Berdasarkan hasil penelitian yang dipresentasikan dalam Seminar Keselamatan Nuklir 2023, masyarakat Indonesia, terutama kelompok usia produktif, masih banyak yang memiliki persepsi negatif terhadap nuklir. Persepsi ini terbentuk sebagian besar melalui film-film yang menggambarkan dampak bahaya nuklir tanpa menampilkan sisi manfaatnya. Dalam survei terhadap 67 responden, sebanyak 49,3% responden mengaku menerima informasi nuklir melalui film, dan kebanyakan dari mereka merasakan ketakutan akan dampak negatif teknologi ini. Film, dengan kemampuan uniknya dalam menyampaikan pesan secara halus dan kuat, dianggap sebagai media yang efektif untuk mengubah persepsi ini. Melalui cerita yang menarik dan visual yang kuat, film dapat menggambarkan potensi positif teknologi nuklir, mulai dari manfaatnya dalam bidang kesehatan hingga pertanian. Dengan d...

Pendekatan Inklusi Sosial untuk Peningkatan Penerimaan PLTN di Bangka Belitung

Gambar
Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia terus mendapat perhatian khusus, terutama terkait penerimaan masyarakat di Bangka Belitung. Berdasarkan hasil Seminar Keselamatan Nuklir 2023, studi ini memaparkan pendekatan inklusi sosial sebagai strategi kunci untuk meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap PLTN yang direncanakan di wilayah tersebut. Dalam beberapa dekade terakhir, berbagai proyek nuklir mengalami penundaan akibat penolakan publik. Studi terbaru menunjukkan bahwa sekitar 73% masyarakat Bangka Belitung telah mendukung proyek ini, berkat jaminan stabilitas ekonomi, pembukaan lapangan kerja, dan kemudahan akses energi. Pendekatan inklusi sosial digunakan untuk melibatkan masyarakat secara aktif dalam kampanye penerimaan nuklir. Langkah ini tidak hanya melibatkan pemahaman terhadap kebutuhan lokal tetapi juga menciptakan komunitas yang mendukung tujuan transisi energi. Strategi ini mencakup program-program pemberdayaan yang bekerja sama dengan tokoh masy...

Kebutuhan Infrastruktur untuk Laboratorium Kalibrasi X-Ray Multimeter di Indonesia

Gambar
Indonesia tengah menghadapi kebutuhan akan laboratorium kalibrasi khusus untuk x-ray multimeter yang dibutuhkan dalam pengujian pesawat sinar-X diagnostik. Berdasarkan prosiding dari Seminar Keselamatan Nuklir 2023, disoroti bahwa meski permintaan terhadap kalibrasi meningkat, Indonesia masih mengandalkan laboratorium kalibrasi milik pabrikan. Hal ini mengakibatkan durasi kalibrasi yang panjang dan biaya tinggi. Makalah ini menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur lokal, termasuk ruang iradiasi dan kontrol, unit sinar-X, serta standar detektor sekunder yang sesuai. Pendirian laboratorium ini dianggap vital untuk mengurangi ketergantungan pada kalibrasi internasional dan memberikan layanan yang lebih efisien bagi industri, layanan kesehatan, dan lembaga pendidikan di Indonesia. Baca hasil penelitian di sini.

Inovasi dalam Pengukuran Dosis Radiasi: Meningkatkan Akurasi dengan Metode Baru

Gambar
Dalam upaya meningkatkan keselamatan pekerja radiasi, sebuah penelitian terbaru yang dipresentasikan dalam Prosiding Seminar Keselamatan Nuklir 2023 oleh Melly Risky Sarpriani dan timnya, mengungkapkan metode inovatif untuk meningkatkan akurasi pengukuran dosis radiasi menggunakan Termoluminescence Dosimetry (TLD). Penelitian ini berfokus pada penerapan koreksi dosis residu dan dosis latar untuk memberikan hasil yang lebih akurat dalam pemantauan dosis radiasi. Metode yang saat ini digunakan di Laboratorium Pemantauan Dosis Personel dan Lingkungan (PDPL) sering kali mengabaikan perbedaan beban kerja antara pekerja radiasi, yang dapat menyebabkan kesalahan dalam penilaian risiko kesehatan. Dengan pendekatan baru ini, peneliti berusaha untuk menyesuaikan dosis latar dengan paparan radiasi yang sesuai dengan beban kerja individu, sehingga meningkatkan keselamatan dan mengurangi risiko paparan berlebih. Dalam penelitian ini, tim peneliti melakukan evaluasi terhadap dua metode pengukuran do...

Pentingnya Sertifikasi Kompetensi bagi Pekerja Radiasi di Indonesia

Gambar
Dalam upaya meningkatkan keselamatan dan profesionalisme di sektor ketenaganukliran, BAPETEN (Badan Pengawas Tenaga Nuklir) menekankan pentingnya sertifikasi kompetensi bagi petugas radiasi yang bekerja di fasilitas radiasi dan kegiatan pemanfaatan sumber radiasi pengion. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran, setiap pekerja radiasi diwajibkan memiliki izin kerja yang dikeluarkan oleh BAPETEN. I Made Ardana, perwakilan dari BAPETEN, menjelaskan bahwa sertifikasi kompetensi merupakan langkah krusial untuk memastikan bahwa setiap petugas memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang sesuai dengan standar yang ditetapkan. Proses sertifikasi ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi regulasi, tetapi juga untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di tingkat nasional dan global. Dalam seminar keselamatan nuklir yang diadakan baru-baru ini, Ardana menyoroti bahwa pendidikan dan pelatihan berbasis standar kompetensi dapat menjadi fondasi yang kua...

Penggunaan Radiasi Non-Medis untuk Pencitraan Manusia: Tantangan dan Prospek di Indonesia

Gambar
Dalam rangka Seminar Keselamatan Nuklir 2023, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) memperkenalkan kajian terbaru tentang pemanfaatan pencitraan manusia non-medis dengan radiasi pengion di Indonesia. Pemanfaatan ini banyak diaplikasikan untuk keamanan di fasilitas publik seperti bandara, pelabuhan, dan penjara. Meskipun membantu dalam deteksi barang-barang berbahaya, penggunaan radiasi untuk pencitraan non-medis memicu perdebatan etis, mengingat paparan radiasi tidak selalu dirasakan langsung manfaatnya oleh individu yang disinari. Kajian ini menyoroti bagaimana praktik pencitraan non-medis di Indonesia masih menghadapi tantangan terkait keselamatan dan persyaratan etika. Berdasarkan Peraturan Kepala BAPETEN No. 4 Tahun 2020, pemeriksaan radiologi non-medis tidak dibenarkan tanpa indikasi klinis kecuali memberikan informasi kesehatan yang penting atau untuk kebutuhan bukti hukum. Regulasi ini bertujuan melindungi masyarakat dari paparan yang tidak perlu sekaligus memastikan bahwa prak...

Inovasi Sistem Tomografi untuk Pengujian Propelan Roket di Indonesia: Meningkatkan Presisi dan Akurasi Pengujian Bahan Bakar

Gambar
Pada Seminar Keselamatan Nuklir 2023, Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (PTNI) dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkenalkan teknologi sistem tomografi terbaru yang dirancang khusus untuk pengujian propelan roket. Propelan, sebagai bahan bakar utama roket, memerlukan pengujian yang akurat dan tidak merusak untuk memastikan kualitas dan daya dorong maksimal roket. Teknologi yang dikembangkan PTNI ini memanfaatkan radiasi Betatron SEA-7 yang dapat menghasilkan gambar 3D berkualitas tinggi dari struktur internal propelan tanpa perlu membelah atau merusak bahan bakar roket tersebut. Desain dan Fungsi Sistem Tomografi: Sistem tomografi ini dirancang menjadi tiga bagian utama: meja putar untuk memutar propelan, penggerak film radiografi, dan penggerak untuk sumber radiasi Betatron SEA-7. Dalam pengujian awal, sistem ini menunjukkan presisi dan akurasi yang tinggi. Pengukuran tegangan Von Mises mencapai 726,8 MPa, sementara nilai perpindahan maksimal yang dicatat sebesar 5,6...

Indonesia Menyesuaikan Regulasi Transportasi Material Radioaktif: Pentingnya Integrasi Tipe Material SCO-III dalam Standar Nasional

Gambar
Pada Seminar Keselamatan Nuklir 2023, sebuah studi penting mengenai dampak revisi standar IAEA SSR-6 tahun 2012 menjadi SSR-6 (rev.1) 2018 pada regulasi transportasi material radioaktif di Indonesia disampaikan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN). Indonesia pertama kali menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 58 Tahun 2015 (PP 58/2015), mengadopsi standar SSR-6 2012 dari IAEA sebagai panduan keselamatan dan keamanan dalam transportasi bahan radioaktif. Namun, dengan revisi SSR-6 pada 2018, BAPETEN melakukan analisis yang menunjukkan adanya perubahan mendasar yang perlu segera diakomodasi dalam PP 58/2015 untuk tetap sejalan dengan standar internasional. Salah satu perubahan utama yang ditemukan adalah penambahan tipe material baru, yaitu SCO-III, yang memungkinkan pengangkutan objek berukuran besar yang terkontaminasi atau telah teraktivasi seperti limbah radioaktif dari proses dekomisioning reaktor. SCO-III memberikan solusi khusus untuk pengangkutan material besar tanpa harus me...