Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2024

Perdagangan Pesawat Sinar-X Portabel di Marketplace: Tantangan Pengawasan dan Keselamatan Masyarakat

Gambar
Di era digital ini, teknologi telah mengubah pola hidup dan kebiasaan masyarakat, termasuk dalam bidang perdagangan. Marketplace atau lokapasar daring kini menjadi pilihan utama untuk transaksi barang, bahkan termasuk peralatan medis seperti pesawat sinar-X portabel. Namun, pesatnya perdagangan perangkat yang menghasilkan radiasi ini mengkhawatirkan karena banyak penjual di marketplace belum memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan pemerintah. Laporan dari Seminar Keselamatan Nuklir 2023 mengungkap bahwa pesawat sinar-X portabel, yang sering dijual di marketplace, menawarkan fleksibilitas tinggi dan harga lebih terjangkau dibandingkan dengan perangkat sinar-X tetap. Akan tetapi, kemudahan dalam pergerakan dan penggunaannya di berbagai lokasi menjadikan perangkat ini rentan disalahgunakan dan sulit diawasi. Mengingat bahwa pesawat ini menghasilkan radiasi pengion yang berpotensi membahayakan pengguna dan masyarakat, perlu adanya pengawasan yang lebih ketat. Regulasi Pemerintah dan T...

Pentingnya Identifikasi Paparan Potensial di Fasilitas Radiologi untuk Keselamatan Radiasi

Gambar
Dalam era modern ini, pemanfaatan teknologi sinar-X di bidang radiologi diagnostik dan intervensional menjadi semakin penting untuk diagnosis dan terapi penyakit. Namun, penggunaan alat ini tidak lepas dari risiko paparan radiasi yang bisa membahayakan pasien dan pekerja medis. Seminar Keselamatan Nuklir 2023 yang diselenggarakan oleh BAPETEN mengulas hasil penelitian terkait potensi paparan radiasi yang tak terduga (paparan potensial) di berbagai fasilitas radiologi di Indonesia. Penelitian tersebut melibatkan survei di 115 fasilitas radiologi di enam wilayah Indonesia dan mengidentifikasi 14 tahapan dalam penggunaan alat sinar-X yang dapat menyebabkan paparan radiasi. Tahapan operasi normal menjadi sorotan utama, di mana potensi paparan tertinggi terjadi saat ada pengulangan penyinaran pada pasien, dengan tingkat kejadian mencapai 87%. Selain itu, ketidakjelasan surat rujukan dokter, kualitas citra yang kurang optimal, ketidaksesuaian luas lapangan penyinaran, dan teknik penyinaran y...

Materi Diklat Rancangan Peraturan Pemerintah Tentang Perizinan Reaktor Nuklir

Gambar
Dokumen ini adalah Materi Diklat Inspektur Madya Tingkat Satu Bidang Instalasi Nuklir 2006. Salah satu pokok pembahasanya adalah terkait Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) oleh BAPETEN yang bertujuan untuk mengatur tahapan perizinan reaktor nuklir di Indonesia. Berdasarkan UU No. 10 Tahun 1997, setiap tahap dalam siklus hidup reaktor nuklir, dari pembangunan hingga dekomisioning, wajib memiliki izin resmi. Tahapan perizinan ini mencakup izin tapak, konstruksi, komisioning, operasi, dan dekomisioning.  Materi Diklat RPP ini juga memberikan opsi izin gabungan bagi reaktor modular, yang memungkinkan pengajuan izin konstruksi, komisioning, dan operasi sekaligus. Pengawasan ketat dilakukan melalui inspeksi berkala oleh inspektur BAPETEN yang berwenang menghentikan operasi jika terdapat ancaman keselamatan. Di samping itu, sanksi administratif seperti teguran, pembekuan, dan pencabutan izin dapat diterapkan bagi pelanggaran aturan yang signifikan. BAPETEN berupaya memastikan bahwa...

Pengawasan Ketat BAPETEN dalam Radiologi Diagnostik dan Intervensional di Indonesia

Gambar
Penggunaan teknologi sinar-X di bidang radiologi diagnostik dan intervensional di Indonesia terus meningkat seiring dengan perkembangan sektor kesehatan. Untuk memastikan keselamatan dan kepatuhan terhadap peraturan, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) secara rutin melakukan pengawasan melalui inspeksi yang mencakup pemantauan paparan radiasi, baik terhadap pekerja maupun pasien. Terkait perkembangan ini, terdapat lima regulasi yang dikembangkan sejak 1999 hingga 2020 untuk menjamin keselamatan radiasi dalam penggunaan sinar-X. Regulasi ini mencakup standar perizinan, pengelolaan dosis paparan radiasi, serta kualifikasi tenaga profesional di fasilitas kesehatan. Hingga Agustus 2023, sekitar 3.187 izin telah diterbitkan, menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemanfaatan teknologi radiasi untuk kesehatan di tanah air. Dalam menjalankan pengawasan, BAPETEN menghadapi tantangan, antara lain dalam pemantauan dosis pekerja dan paparan medis pasien. Untuk mengatasi ini, BAPETEN menerapk...

Pemetaan Tingkat Kepatuhan Keselamatan Radiasi pada Penggunaan Pesawat Sinar-X di Sulawesi Barat Tahun 2022

Gambar
Penggunaan pesawat sinar-X untuk keperluan medis di Sulawesi Barat meningkat signifikan, dengan total 36 unit tersebar di 12 rumah sakit pada tahun 2022. Meski demikian, kajian komprehensif terkait tingkat kepatuhan terhadap persyaratan keselamatan radiasi belum pernah dilakukan hingga kini. Oleh karena itu, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) melakukan pemetaan tingkat kepatuhan terhadap persyaratan keselamatan radiasi sebagai acuan dalam menyusun kebijakan pengawasan di masa mendatang. Berdasarkan kajian yang melibatkan delapan rumah sakit, diperoleh tingkat kepatuhan rata-rata sebesar 70,38%. Parameter kepatuhan tertinggi dicapai pada aspek kecukupan peralatan (92,5%), sementara kepatuhan terendah pada aspek perizinan (53,75%). Hal ini menunjukkan masih perlunya peningkatan dalam kepatuhan terhadap regulasi perizinan yang berlaku. BAPETEN mengusulkan langkah-langkah pembinaan yang lebih intensif melalui sosialisasi, bimbingan teknis, dan workshop untuk meningkatkan kepatuhan peri...

Pengaruh Faktor Eksposi pada Dose Area Product (DAP) Pemeriksaan Abdomen dengan Sinar-X

Gambar
Penelitian terkini yang dipresentasikan dalam Seminar Keselamatan Nuklir 2023 mengungkapkan bahwa perubahan faktor eksposi, khususnya nilai tegangan (kV) dan arus waktu (mAs), memiliki pengaruh signifikan terhadap Dose Area Product (DAP) pada pemeriksaan abdomen menggunakan sinar-X. Studi ini dilakukan di Instalasi Radiologi RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar dengan melibatkan data dari 40 pasien. Hasilnya menunjukkan bahwa peningkatan kV dan mAs berbanding lurus dengan kenaikan DAP, yang berarti dosis radiasi yang diterima oleh pasien turut meningkat seiring bertambahnya intensitas eksposi. Penelitian menggunakan model sinar-X Philips DigitalDiagnost 4 High Performance dengan mengukur dua tingkat tegangan, yaitu 70 kV dan 77 kV. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pada pemeriksaan dengan tegangan 77 kV, nilai DAP mencapai puncaknya pada rentang arus waktu di atas 16 mAs dengan rata-rata 1944,66 mGy.cm². Sedangkan untuk tegangan 70 kV, nilai DAP tertinggi tercatat sebesar 1007,1 m...

Peraturan Kepala BAPETEN tentang Reaktor Penelitian: Pedoman Keselamatan dan Prosedur Teknis

Gambar
Dokumen ini adalah panduan peraturan komprehensif yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), khusus mengenai keselamatan reaktor penelitian di Indonesia. Panduan ini berfungsi sebagai acuan utama dalam mendesain, mengoperasikan, dan melakukan dekomisioning fasilitas reaktor penelitian dengan tujuan untuk memastikan standar keselamatan tertinggi. Setiap bab dalam dokumen ini merinci aspek-aspek penting dari keselamatan, desain, dan pemantauan operasional reaktor, yang dibutuhkan untuk mendukung operasional reaktor secara aman. Pendahuluan dan Gambaran Umum Fasilitas Bagian pertama memberikan deskripsi umum tentang fasilitas reaktor, tata letak, dan karakteristik keselamatan utama yang harus diperhatikan. Dokumen ini menetapkan pentingnya memiliki laporan analisis keselamatan yang komprehensif, mencakup keseluruhan elemen reaktor hingga komponen sekunder dan tersier.  Persyaratan Keselamatan dan Desain Teknis BAPETEN menekankan konsep pertahanan berlapis, termasuk ...

Penelitian Uji Kesesuaian Lapangan Kolimasi dan Berkas Sinar-X pada Pesawat Sinar-X di Rumah Sakit Islam Yogyakarta (RSIY) PDHI

Gambar
Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam Prosiding Seminar Keselamatan Nuklir 2023 mengungkapkan adanya ketidaksesuaian lapangan kolimasi dengan berkas sinar-X pada pesawat sinar-X di RSIY PDHI. Pengujian kesesuaian ini merupakan bagian penting dari kontrol kualitas (QC) yang harus dilakukan setiap empat tahun untuk memastikan keakuratan dan keamanan penggunaan sinar-X dalam prosedur radiologi. Namun, penelitian menunjukkan bahwa uji kesesuaian terakhir dilakukan pada 2018, melampaui batas empat tahun yang direkomendasikan, yang menimbulkan kekhawatiran terkait potensi dampak radiasi bagi pasien dan tenaga medis. Penelitian ini menggunakan dua metode pengujian, yaitu metode koin dan metode kawat "L", untuk mengukur tingkat deviasi pada lapangan kolimasi dengan berkas sinar-X. Kedua metode menunjukkan hasil deviasi yang melebihi batas toleransi 2% SID yang ditetapkan oleh International Atomic Energy Agency (IAEA) dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN). Pada metode koin...

Pengujian Kesesuaian HVL Sinar-X di Instalasi Radiologi RSD Mangusada

Gambar
Penelitian yang dipresentasikan dalam Prosiding Seminar Keselamatan Nuklir 2023 menyoroti pentingnya pengujian kesesuaian standar Half Value Layer (HVL) pada pesawat sinar-X konvensional di Instalasi Radiologi RSD Mangusada, Badung. Pengukuran HVL dilakukan dengan menggunakan filter aluminium (Al) untuk menilai kemampuan alat dalam mengurangi intensitas radiasi hingga setengah dari nilai awal, sesuai dengan standar keamanan yang ditetapkan oleh Kemenkes dan BAPETEN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tegangan 70 kV, nilai HVL yang diperoleh adalah 3,1 mmAl, sementara pada tegangan 80 kV nilai HVL tercatat sebesar 3,0 mmAl. Kedua hasil ini melebihi batas minimum yang ditetapkan, yakni 2,1 mmAl untuk 70 kV dan 2,3 mmAl untuk 80 kV, sehingga memastikan bahwa kualitas alat memenuhi standar keselamatan radiasi. Dengan adanya filter Al yang semakin tebal, intensitas radiasi yang diterima pun berkurang, sehingga mengurangi risiko paparan radiasi berlebih pada pasien dan pekerja radiologi...

Studi Distribusi Dosis Radiasi pada Kanker Serviks dengan Teknik 3DCRT

Gambar
Penelitian yang dipaparkan dalam Prosiding Seminar Keselamatan Nuklir 2023 mengungkapkan hasil studi mengenai distribusi dosis radiasi foton dengan energi 6 MV dan 10 MV pada kasus kanker serviks. Penelitian ini dilakukan di Sub Instalasi Radioterapi RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah dengan menggunakan teknik Three Dimensional Conformal Radiation Therapy (3DCRT). Teknik 3DCRT bertujuan untuk memaksimalkan dosis radiasi pada tumor sambil meminimalkan paparan pada organ-organ sehat di sekitarnya. Studi ini menganalisis 20 pasien dengan kanker serviks menggunakan peralatan Linear Accelerator (Linac) dan mengukur distribusi dosis pada target volume serta organ yang berisiko, seperti rektum dan kepala femur kanan serta kiri. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai Homogeneity Index (HI) dan Conformity Index (CI) yang diperoleh untuk berkas radiasi 6 MV dan 10 MV masih berada dalam standar yang ditetapkan oleh ICRU Report 83, menunjukkan distribusi dosis yang seragam dan tepat melingkupi volume...

Studi Pengaruh Variasi Arus Sinar-X terhadap Kualitas Gambar CT-Scan

Gambar
Penelitian terbaru yang dipaparkan dalam Prosiding Seminar Keselamatan Nuklir 2023 membahas tentang pengaruh variasi arus tabung sinar-X terhadap nilai Contrast-to-Noise Ratio (CNR) pada pesawat CT-Scan. Penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan berbagai arus tabung, mulai dari 100 mA hingga 300 mA, untuk mengevaluasi kualitas gambar yang dihasilkan pada berbagai jenis material dalam phantom CT-Scan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan arus tabung sinar-X berdampak langsung terhadap peningkatan nilai CNR, yang berhubungan dengan peningkatan kualitas gambar. Nilai CNR optimal ditemukan pada arus 300 mA, terutama untuk material udara yang menunjukkan nilai tertinggi sebesar 178,003, sedangkan material lainnya seperti delrin dan akrilik mencapai nilai CNR 58,0427 dan 21,6157. Studi ini menegaskan pentingnya pengaturan arus tabung untuk mendapatkan kualitas pencitraan yang lebih baik dan akurat dalam diagnosis radiologi. Baca hasil penelitian di sini.

Studi Estimasi Dosis Radiasi di RSUD Sanjiwani Gianyar Menunjukkan Keamanan CT Scan Abdomen

Gambar
Penelitian terbaru yang dipresentasikan dalam Seminar Keselamatan Nuklir 2023 mengungkapkan bahwa metode estimasi dosis radiasi Size-Specific Dose Estimate (SSDE) menunjukkan hasil yang aman pada pemeriksaan CT Scan abdomen di Instalasi Radiologi RSUD Sanjiwani Gianyar. Hasil studi ini menunjukkan bahwa dosis radiasi yang diterima pasien, baik laki-laki maupun perempuan, tidak melebihi standar yang ditetapkan dalam Keputusan Kepala BAPETEN No. 1211/K/V/2021. Penelitian dilakukan dengan mengukur dosis radiasi pada pasien dengan mempertimbangkan ukuran tubuh menggunakan metode SSDE, yang memperhitungkan parameter CTDIvol dan faktor konversi terkait diameter tubuh. Rata-rata dosis yang diperoleh pada pasien perempuan adalah 9,92 mGy, sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan pasien laki-laki yang berada di angka 9,82 mGy. Meski demikian, angka ini tetap di bawah ambang batas 17 mGy yang ditetapkan oleh BAPETEN, sehingga tidak menimbulkan risiko kerusakan sel tubuh atau efek genetik. Hasil ...

Konsep "Possess or Control" Jadi Solusi Pengelolaan Reaktor Nuklir TRIGA 2000 Bandung

Gambar
Proses dekomisioning reaktor nuklir TRIGA 2000 Bandung menghadapi tantangan besar terkait keterbatasan fasilitas penyimpanan limbah radioaktif. Menurut kajian yang dipresentasikan dalam Seminar Keselamatan Nuklir 2023, opsi dekomisioning yang dipilih adalah pembongkaran tunda (Deferred Dismantling), yang akan menempatkan reaktor dalam kondisi aman selama 50-60 tahun. Salah satu masalah krusial yang harus diatasi adalah tidak tersedianya tempat penyimpanan yang memadai untuk limbah hasil pembongkaran, yang dapat menunda atau menghambat proses dekomisioning. Solusi yang diusulkan untuk mengatasi masalah ini adalah penerapan konsep "Possess or Control." Konsep ini memungkinkan fasilitas tetap diawasi dan dipelihara dalam kondisi aman meski belum dioperasikan kembali atau didekomisioning secara penuh. Dengan izin ini, reaktor dapat tetap berada dalam kondisi aman tanpa harus mengajukan izin dekomisioning maupun perpanjangan izin operasi, hingga fasilitas penyimpanan limbah siap. ...

Evaluasi Pengawasan Reaktor Nuklir RSG-GAS: Perhitungan Burn-up dengan Program SRAC

Gambar
Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) telah melakukan kajian teknis yang mendalam terkait pengawasan reaktor dan bahan nuklir di Indonesia. Salah satu fokus utama dari kajian ini adalah perhitungan burn-up bahan bakar reaktor Serba Guna (RSG-GAS) menggunakan paket program komputer SRAC. Kajian ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengawasan dan keselamatan di bidang perizinan reaktor nuklir. RSG-GAS merupakan reaktor riset yang menggunakan bahan bakar uranium dengan pengkayaan rendah, didinginkan dan dimoderasi oleh air ringan. Reaktor ini terdiri dari 40 elemen bahan bakar dan 8 elemen kendali, dengan beberapa posisi iradiasi yang strategis untuk berbagai keperluan penelitian dan produksi isotop. Penggunaan SRAC dalam perhitungan bertujuan untuk memastikan parameter neutronik, seperti faktor multiplikasi dan reaktivitas, berada dalam batas aman yang telah ditentukan. Kajian ini juga mengungkap adanya perubahan pola pemuatan bahan bakar dari 6/1 menjadi 5/1, yang disesuaikan d...

Peningkatan Ketentuan Keselamatan Operasi Instalasi Nuklir Nonreaktor di Indonesia

Gambar
Dalam Seminar Keselamatan Nuklir 2023, dibahas perlunya revisi terhadap ketentuan keselamatan operasi Instalasi Nuklir Nonreaktor (INNR) di Indonesia. Indonesia memiliki empat INNR yang telah beroperasi lebih dari 20 tahun dan digunakan untuk mendukung reaktor riset serta pengembangan teknologi nuklir. Pengkajian komprehensif diperlukan untuk memastikan keselamatan operasional sesuai standar internasional terkini dan regulasi domestik. Kajian ini menyoroti ketentuan keselamatan operasi dalam Peraturan Kepala BAPETEN Nomor 11 Tahun 2007 yang dinilai perlu disesuaikan dengan peraturan terbaru, seperti PP Nomor 54 Tahun 2012 tentang Keselamatan dan Keamanan Instalasi Nuklir. Selain itu, penyesuaian juga harus mempertimbangkan dokumen keselamatan internasional seperti IAEA SSR-4 yang berisi 75 persyaratan keselamatan untuk INNR. Hasil kajian menunjukkan bahwa banyak ketentuan keselamatan yang sudah diatur dalam peraturan lain, namun terdapat beberapa hal penting yang perlu diakomodasi dala...

Bahaya Abu Vulkanik Ancam Kawasan Nuklir Serpong dari Erupsi Gunung Salak dan Gede-Pangrango

Gambar
Dalam Seminar Keselamatan Nuklir 2023, perhatian difokuskan pada potensi ancaman abu vulkanik dari Gunung Salak dan Gunung Gede-Pangrango terhadap Kawasan Nuklir Serpong. Kawasan ini, yang merupakan pusat penelitian dan pengembangan teknologi nuklir di Indonesia, berada dalam radius kurang dari 50 km dari kedua gunung berapi aktif tersebut. Letusan dari salah satu gunung dapat membawa abu vulkanik yang membahayakan berbagai fasilitas penting di kawasan tersebut, termasuk Reaktor Serbaguna GA Siwabessy, Instalasi Pengolahan Limbah Radioaktif, dan berbagai laboratorium. Studi yang disajikan menggunakan perangkat lunak Ash3D untuk memodelkan penyebaran abu vulkanik, dengan hasil yang menunjukkan bahwa abu dapat mencapai Kawasan Nuklir Serpong dalam waktu sekitar 4,5 hingga 5 jam setelah erupsi. Ketebalan abu hasil erupsi diperkirakan berkisar antara 10-30 mm untuk Gunung Salak dan 3-10 mm untuk Gunung Gede-Pangrango. Sebaran abu ini cenderung bergerak ke arah Utara-Barat Laut, dipengaruhi...

Tantangan Validasi Sertifikat Desain Bungkusan Zat Radioaktif di Indonesia

Gambar
Pada Seminar Keselamatan Nuklir 2023, dibahas mengenai aspek hukum validasi sertifikat persetujuan desain bungkusan zat radioaktif di Indonesia. Pengaturan ini terkait Peraturan Pemerintah No. 58 Tahun 2015 tentang Keselamatan Radiasi dan Keamanan dalam Pengangkutan Zat Radioaktif, yang mengharuskan pengirim bahan nuklir lintas negara untuk memiliki sertifikat persetujuan desain bungkusan. Sertifikat tersebut harus divalidasi oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) sebelum pengiriman melalui perairan Indonesia. Namun, penerapan aturan ini masih menghadapi kendala karena belum adanya prosedur dan sistem yang jelas, termasuk mekanisme pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah No. 42 Tahun 2022. Makalah yang dipresentasikan menyarankan agar segera dibentuk prosedur yang lebih rinci dan sistem yang memadai untuk mendukung pelaksanaan validasi ini. Pengangkutan bahan nuklir harus memenuhi standar keselamatan dan keamanan yang diatur oleh ...

Pendekatan LCA Dinilai Efektif untuk Menilai Dampak Lingkungan Pembangunan PLTN

Gambar
Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia memerlukan analisis mendalam terkait dampak lingkungan. Dalam Seminar Keselamatan Nuklir 2023, para pakar membahas penggunaan metode Life Cycle Assessment (LCA) sebagai alat untuk menilai kelayakan lingkungan dalam penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). Pendekatan ini sudah diterapkan di beberapa negara seperti Swedia, Prancis, dan Taiwan. LCA mampu mengevaluasi emisi karbon dan dampak lingkungan dari PLTN dibandingkan dengan pembangkit fosil yang menghasilkan emisi lebih besar. Meski demikian, LCA memiliki keterbatasan dalam menilai dampak radiasi, sehingga memerlukan metode lain seperti analisis dosis lingkungan. Dokumen ini merekomendasikan penggunaan LCA sebagai pelengkap dalam KLHS untuk memastikan pembangunan PLTN berjalan sesuai prinsip pembangunan berkelanjutan. Ratifikasi metode LCA dalam peraturan diharapkan mampu mendukung pengambilan keputusan yang transparan dan komprehensif dalam proyek pembang...

Dorongan untuk Ratifikasi Perlindungan Hukum bagi Operator Nuklir di Indonesia

Gambar
Indonesia semakin dekat dengan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pertama, dan isu perlindungan hukum bagi operator menjadi topik utama dalam Seminar Keselamatan Nuklir 2023. Salah satu instrumen internasional yang penting adalah Convention on Supplementary Compensation for Nuclear Damage (CSC), yang telah ditandatangani Indonesia namun belum diratifikasi. CSC menawarkan perlindungan hukum bagi operator instalasi nuklir dengan menetapkan kewajiban mutlak dalam hal terjadi kecelakaan. Namun, konvensi ini juga memungkinkan pembebasan tanggung jawab dalam situasi tertentu, seperti kecelakaan akibat bencana alam luar biasa atau konflik bersenjata. Dokumen ini menyoroti bahwa pengaturan dalam CSC telah memenuhi standar perlindungan hukum yang memadai bagi operator dan sejalan dengan ketentuan hukum nasional Indonesia. Dengan semakin banyaknya perusahaan yang tertarik membangun PLTN di Indonesia, pemerintah disarankan mempertimbangkan ratifikasi CSC untuk memperkuat rezim hu...

Sinergi Penting dalam Manajemen Bencana Nuklir di Indonesia

Gambar
Indonesia semakin menyadari pentingnya penanganan serius terhadap bencana nuklir, terutama setelah bencana Fukushima Daiichi pada 2011. Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan, sinergi antara Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sangat krusial. Kedua lembaga ini berkolaborasi dalam penyusunan kebijakan dan tindakan mitigasi untuk mengantisipasi dampak bencana nuklir. Menurut makalah yang disajikan pada Prosiding Seminar Keselamatan Nuklir 2023, manajemen bencana nuklir berbeda dari penanganan bencana non-alam lainnya karena risiko radiasi yang dapat mencemari lingkungan. Penanganan mencakup tahap prabencana, tanggap darurat, dan pascabencana. Pada tahap prabencana, BAPETEN dan BNPB telah membentuk kerangka kerja melalui penandatanganan MoU untuk meminimalkan risiko bencana nuklir. Bencana nuklir memerlukan penanganan khusus dengan kompetensi dan koordinasi yang baik antara BAPETEN dan BNPB, mulai dari kesiapsiagaan, pelatihan, hingga re...

Modul Keselamatan Instalasi Nuklir Non-Reaktor

Gambar
Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) terus meningkatkan keselamatan instalasi nuklir non-reaktor (INNR) di Indonesia dengan menerbitkan modul pelatihan terbaru untuk para profesional nuklir. Modul ini menyoroti pentingnya proteksi radiasi dalam instalasi nuklir yang tidak mengoperasikan reaktor, seperti laboratorium dan fasilitas pengolahan bahan nuklir. Modul pelatihan ini mengajarkan tentang sistem keselamatan berlapis, yang terdiri dari lima lapisan untuk mencegah kecelakaan dan melindungi pekerja serta lingkungan. Lapisan keselamatan ini mencakup prosedur teknis dan administrasi, mulai dari pencegahan hingga mitigasi kecelakaan berat. Selain itu, BAPETEN juga menggarisbawahi pentingnya penggunaan penghalang ganda dan sistem deteksi dini untuk meminimalisir risiko pelepasan zat radioaktif. Sampai saat ini, terdapat empat instalasi nuklir non-reaktor di Puspiptek Serpong yang dilengkapi dengan teknologi keselamatan mutakhir, termasuk Instalasi Produksi Elemen Bakar Reaktor Riset (I...

Paparan Radiasi di Tambang PT Newmont Nusa Tenggara Masih Terkendali, Analisis BAPETEN Tegaskan Risiko Minimal

Gambar
BAPETEN bekerja sama dengan BATAN telah menyelesaikan analisis keselamatan radiasi pada tambang emas PT Newmont Nusa Tenggara di Sumbawa. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi dampak dari Technologically Enhanced Naturally Occurring Radioactive Material (TENORM) yang dihasilkan selama proses penambangan. Analisis ini bertujuan untuk memastikan tingkat paparan radiasi terhadap pekerja dan lingkungan tetap aman. Menurut laporan, pengukuran laju dosis radiasi gamma menunjukkan hasil yang relatif rendah di berbagai lokasi kerja, berkisar antara 1-8 µR/jam, yang menunjukkan kondisi aman bagi para pekerja. Selain itu, konsentrasi radionuklida seperti Th-228, Ra-228, dan Ra-226 dalam sampel padat juga terdeteksi berada di bawah batas yang ditetapkan oleh BSS-IAEA. Hanya kandungan K-40 yang ditemukan cukup bervariasi, terutama pada tailing hasil pengolahan. Dalam hal kualitas udara, partikel debu di lokasi kerja menunjukkan konsentrasi yang tinggi, terutama partikel berukuran di bawah 2,...

Strategi Mitigasi Hidrogen Jadi Fokus Utama dalam Desain Reaktor

Gambar
Pada Seminar Keselamatan Nuklir 2023, para ahli nuklir menyoroti pentingnya strategi mitigasi bahaya hidrogen dalam desain sistem pengungkung reaktor nuklir untuk mencegah kecelakaan parah seperti yang terjadi di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima. Studi yang dipresentasikan meninjau strategi mitigasi hidrogen pasca-kecelakaan Fukushima di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Prancis, Korea Selatan, dan Jepang. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan regulasi keselamatan reaktor di Indonesia oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN). Kecelakaan Fukushima, yang diakibatkan oleh ledakan hidrogen, mengakibatkan kerusakan parah pada struktur pengungkung PLTN dan menjadi pelajaran penting bagi industri nuklir global. Dalam seminar tersebut, dibahas bahwa reaktor air bertekanan (Pressurized Water Reactor/PWR) dan reaktor air didih (Boiling Water Reactor/BWR) memiliki kebutuhan mitigasi yang berbeda, tergantung pada desain pengungkung masing-masing. M...

Indonesia Diminta Segera Meratifikasi Konvensi Espoo untuk Perlindungan Lingkungan

Gambar
Dalam upaya mengantisipasi dampak lingkungan dari pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), para ahli dari BAPETEN mendesak Indonesia untuk segera meratifikasi Convention on Environmental Impact Assessment in a Transboundary Context (Konvensi Espoo). Konvensi ini dianggap penting untuk mengelola dampak lingkungan lintas batas yang mungkin timbul dari mega proyek PLTN, termasuk potensi penyebaran partikel radioaktif akibat insiden nuklir. Penilaian Dampak Lingkungan (Amdal) yang mencakup lintas negara diharapkan dapat meningkatkan kerja sama dan konsultasi antara Indonesia dan negara-negara tetangga dalam mengelola risiko lingkungan. Dengan demikian, langkah-langkah mitigasi dapat disiapkan lebih komprehensif untuk melindungi ekosistem serta kesehatan masyarakat di dalam dan luar negeri. Ratifikasi ini juga akan memperkuat transparansi dan partisipasi publik dalam pengambilan keputusan terkait proyek nuklir. Saat ini, Indonesia memiliki perangkat hukum lingkungan yang cukup b...

Strategi Kebijakan untuk Pembangunan PLTN SMR di Indonesia

Gambar
Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) telah mengusulkan strategi kebijakan baru untuk mendukung pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) jenis Small Modular Reactor (SMR) di Indonesia. Kebijakan ini disusun mengingat potensi penerapan teknologi baru dalam industri nuklir yang terus berkembang, sementara regulasi yang ada saat ini masih mengacu pada teknologi reaktor berpendingin air ringan. SMR menawarkan solusi untuk penyediaan energi dengan kapasitas yang lebih kecil dan fleksibel, yang cocok untuk daerah terpencil dan dengan kebutuhan energi terbatas. Namun, penerapannya menghadapi tantangan regulasi, terutama dalam hal perizinan dan keselamatan. BAPETEN menyusun strategi yang meliputi proses pra lisensi untuk memastikan desain reaktor memenuhi persyaratan keselamatan sejak tahap awal, serta penggunaan pendekatan perizinan berbasis risiko untuk menyesuaikan regulasi dengan teknologi baru ini. Strategi kebijakan juga mempertimbangkan potensi pengembangan PLTN terapung, ya...

Reaktor PWR: Pilihan Utama untuk Energi Nuklir Masa Depan

Gambar
Reaktor Air Bertekanan (PWR), salah satu jenis reaktor nuklir paling banyak digunakan di dunia, telah menjadi tulang punggung pembangkit listrik tenaga nuklir global. Dikembangkan pertama kali oleh Westinghouse untuk kapal militer, teknologi ini telah berkembang menjadi solusi andalan bagi pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Salah satu PLTN komersial pertama yang menggunakan PWR adalah Shippingport di Amerika Serikat, yang beroperasi hingga tahun 1982. Dengan prinsip kerja yang mengandalkan dua siklus — primer dan sekunder — PWR menggunakan air bertekanan tinggi untuk mentransfer panas dari reaksi fisi di teras reaktor ke generator uap, yang kemudian menghasilkan uap untuk memutar turbin. Efisiensi PWR ditingkatkan dengan fitur keselamatan seperti sistem pendingin darurat yang dirancang untuk menghadapi kegagalan, seperti kebocoran pendingin atau kecelakaan lainnya, serta pengendalian tekanan otomatis untuk menjaga stabilitas operasi​. Seiring kemajuan teknologi, desain PWR terus ...

Reaktor CANDU: Solusi Energi Nuklir Teruji dari Kanada

Gambar
Reaktor nuklir CANDU, yang merupakan singkatan dari Canadian Deuterium Uranium, telah terbukti sukses tidak hanya di Kanada tetapi juga di pasar internasional. Reaktor ini menggunakan air berat sebagai moderator dan pendingin, memungkinkan penggunaan bahan bakar uranium alam tanpa proses pengayaan. Keunggulan teknologi ini terletak pada kemampuan melakukan pengisian bahan bakar saat reaktor tetap beroperasi penuh ( on-power fueling ), menjadikannya sangat efisien dan andal. Di berbagai negara, reaktor CANDU telah beroperasi dengan sukses, termasuk di India, Korea Selatan, Argentina, dan Rumania. Salah satu fitur utama dari reaktor ini adalah desain tabung tekan yang memungkinkan pendinginan efektif dengan risiko kegagalan yang rendah. Meski memiliki koefisien void positif, sistem keamanan dirancang untuk mengatasi berbagai skenario darurat. Generasi baru reaktor CANDU, seperti ACR-1000, menampilkan peningkatan efisiensi dan kapasitas dengan daya keluaran yang lebih tinggi serta umur op...

CT-Scan Toraks Jadi Alat Penting dalam Diagnosa COVID-19 di RSUP Fatmawati

Gambar
Pemeriksaan CT-Scan Toraks telah menjadi andalan dalam penanganan kasus COVID-19 di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Fatmawati, Jakarta. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Pengawasan Tenaga Nuklir edisi Juli 2021 mengungkapkan bahwa penggunaan protokol Low Dose Computer Tomography (LDCT) Toraks memungkinkan citra yang optimal untuk diagnosis dini, pemantauan, dan evaluasi pengobatan pasien COVID-19. Penelitian ini dilakukan pada akhir 2020 dengan melibatkan 10 pasien berusia 25 hingga 85 tahun. Teknik pengukuran kuantitatif menggunakan metode Thoracic Volume Computed Assisted Reading (VCAR) menunjukkan tingkat keparahan cedera paru berdasarkan persentase volume paru yang terkena dampak, seperti konsolidasi dan ground-glass opacity (GGO). Semakin tinggi nilai persentase pada kategori "poor inflated" dan "atelektasis," semakin berat cedera paru yang dialami pasien. Metode ini membantu menentukan ruang perawatan yang sesuai serta langkah-langkah pengobatan...

Keselamatan Instalasi Nuklir: Jaminan Mutlak bagi Perlindungan Publik dan Lingkungan

Gambar
Dengan semakin berkembangnya penggunaan tenaga nuklir untuk berbagai keperluan seperti pembangkit listrik, riset, serta produksi radioisotop, isu keselamatan instalasi nuklir menjadi perhatian utama. BAPETEN (Badan Pengawas Tenaga Nuklir) telah merilis modul pelatihan yang menekankan pentingnya ketentuan keselamatan dalam setiap tahap pembangunan dan pengoperasian instalasi nuklir. Dalam modul ini, keselamatan harus dijamin sejak tahap perancangan, konstruksi, hingga dekomisioning. Prinsip utama yang ditekankan adalah penerapan konsep pertahanan berlapis yang melibatkan beberapa tingkat perlindungan untuk mengatasi potensi bahaya radiasi. Lapisan-lapisan ini mencakup strategi pencegahan kecelakaan, kontrol radiasi, serta prosedur darurat yang dirancang untuk memitigasi dampak kecelakaan. Mengapa Pertahanan Berlapis Penting dalam Keselamatan Nuklir? Konsep pertahanan berlapis bertujuan untuk memastikan bahwa tidak ada kesalahan tunggal atau kegagalan peralatan yang dapat menyebabkan anc...

Urgensi Regulasi Pertanggungjawaban dalam Penggunaan Tenaga Nuklir

Gambar
Penggunaan tenaga nuklir sebagai sumber energi semakin penting dalam memenuhi kebutuhan energi global. Namun, risiko yang ditimbulkan terhadap kesehatan manusia dan lingkungan tak bisa diabaikan. Oleh karena itu, regulasi yang ketat dan sistem pertanggungjawaban yang kuat diperlukan untuk memastikan keselamatan publik dan lingkungan. Balai Pendidikan dan Pelatihan BAPETEN menekankan pentingnya pertanggungjawaban kerugian nuklir melalui pelatihan dan regulasi. Berdasarkan modul pelatihan yang dirilis, BAPETEN menjelaskan bahwa pemanfaatan tenaga nuklir mengandung risiko radiasi yang serius jika tidak dikelola dengan benar. Setiap kecelakaan yang melibatkan bahan nuklir dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan yang parah dan mempengaruhi kesehatan masyarakat di sekitar lokasi kecelakaan. Konvensi Internasional Menjamin Kompensasi bagi Korban Nuklir Dalam upaya memastikan keamanan dan perlindungan, berbagai konvensi internasional telah ditetapkan, termasuk Konvensi Wina 1963 dan revisinya...

Pengujian Paparan Radiasi di Ruang Isolasi COVID-19 RSUD Karawang Tunjukkan Hasil Aman

Gambar
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang telah melakukan pengujian paparan radiasi di ruang isolasi COVID-19 guna memastikan keselamatan bagi tenaga medis dan pasien di tengah pandemi global COVID-19. Pengukuran dilakukan di beberapa lokasi, termasuk ruang rontgen darurat dan kamar perawatan, dengan hasil menunjukkan bahwa nilai paparan radiasi berada di bawah batas aman yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), yaitu 0,25 µSv/h untuk masyarakat umum. Pengujian yang dilaksanakan oleh petugas proteksi radiasi ini melibatkan tiga lokasi utama, yaitu ruang rontgen darurat dengan paparan sebesar 0,13 µSv/h, kamar 107 dengan nilai berkisar antara 0,063 hingga 0,149 µSv/h, serta kamar 112 dengan nilai antara 0,123 hingga 0,205 µSv/h. Hasil pengujian memastikan lingkungan yang aman bagi tenaga medis dan pasien, sesuai dengan pedoman keselamatan yang berlaku. RSUD Karawang sebagai salah satu rumah sakit rujukan COVID-19 di Jawa Barat berkomitmen untuk terus meningkatkan stand...

Bapeten Izinkan Pemanfaatan Pesawat Sinar-X Portabel untuk Pemeriksaan Gigi

Gambar
Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) secara resmi mengeluarkan Keputusan No. 0393 Tahun 2024 terkait justifikasi pemanfaatan pesawat sinar-X portabel radiografi gigi merk Eighteeth model Hyperlight. Keputusan ini menandai langkah penting dalam pengaturan penggunaan teknologi radiografi gigi di Indonesia yang lebih fleksibel dan aman. Dengan adanya justifikasi ini, pesawat sinar-X portabel dapat digunakan untuk pemeriksaan gigi, khususnya bagi pasien yang tidak memungkinkan untuk dibawa ke ruang radiologi. Pesawat ini diizinkan penggunaannya setelah memenuhi syarat keselamatan radiasi dan telah mendapatkan izin resmi dari Bapeten. Keputusan ini dibuat setelah evaluasi atas permohonan dari PT Deka Integra Meditama, produsen pesawat sinar-X merk Eighteeth. Bapeten menekankan pentingnya pemenuhan kriteria keselamatan, seperti profil dosis radiasi, paparan radiasi di sekitar alat, serta sertifikat mutu produk, untuk menjamin keamanan pasien dan tenaga medis. Penggunaan pesawat sinar-X por...

Bapeten Tetapkan Batas Aman Pemeriksaan Radiologi Gigi dan Mamografi di Indonesia

Gambar
Dalam rangka memastikan keamanan dan keselamatan penggunaan radiasi sinar-X dalam pemeriksaan kesehatan, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) telah mengeluarkan Keputusan Kepala Badan No. 1322 Tahun 2024. Keputusan ini menetapkan Nilai Tingkat Panduan Diagnostik Indonesia (TPDI) untuk pemeriksaan pasien dengan pesawat sinar-X radiografi gigi dan mamografi. Keputusan ini diambil berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 45 Tahun 2023 tentang Keselamatan Radiasi Pengion dan Keamanan Sumber Radioaktif, serta standar internasional dari Komisi Proteksi Radiasi Internasional. TPDI yang ditetapkan akan menjadi acuan bagi tenaga medis dalam menggunakan alat sinar-X untuk memastikan dosis radiasi yang diterima pasien tetap dalam batas aman. Adapun nilai TPDI yang ditetapkan meliputi pemeriksaan radiografi gigi ekstraoral dan intraoral, serta mamografi. Sebagai contoh, untuk pemeriksaan mamografi dengan proyeksi Cranial-Caudal (CC), batas dosis radiasi yang diterapkan adalah 1,6 mGy, sementara untu...

BAPETEN Terbitkan Pedoman Pencegahan Paparan Radiasi Tak Perlu pada Pasien

Gambar
Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) melalui Pusat Pengkajian Sistem dan Teknologi Pengawasan Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif (P2STPFRZR) telah mengeluarkan Pedoman Teknis Sistem Pengendalian dan Pencegahan Unnecessary Exposure pada Pasien. Pedoman ini bertujuan untuk melindungi pasien dari paparan radiasi yang tidak diperlukan dalam prosedur medis, yang dapat terjadi akibat kesalahan prosedural, teknis, atau manusia. Penggunaan radiasi pengion dalam bidang medis, seperti radiologi, kedokteran nuklir, dan radioterapi, telah membantu banyak aspek kesehatan. Namun, radiasi pengion juga membawa risiko yang perlu diatur dengan ketat. Unnecessary exposure, atau paparan radiasi yang tidak perlu, dapat terjadi ketika pasien menerima dosis radiasi lebih dari yang direncanakan atau di luar area tubuh yang seharusnya. Kepala P2STPFRZR, Dr. Ir. Djoko Hari Nugroho, MT, menekankan bahwa insiden paparan tidak perlu ini sering kali tidak terdeteksi dampaknya secara langsung, karena efeknya be...

Pedoman Teknis Kajian Keselamatan Sumber di Fasilitas Kesehatan

Gambar
Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) melalui Pusat Pengkajian Sistem dan Teknologi Pengawasan Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif (P2STPFRZR) telah menerbitkan Pedoman Teknis Kajian Keselamatan Sumber di Fasilitas Kesehatan. Pedoman ini hadir sebagai acuan bagi fasilitas kesehatan yang memanfaatkan radiasi pengion, seperti di bidang radiologi diagnostik, radioterapi, dan kedokteran nuklir, untuk meningkatkan standar keselamatan dan memastikan perlindungan terhadap pasien, pekerja, masyarakat, dan lingkungan. Pedoman ini disusun berdasarkan amanat dari Pasal 44 dan 45 Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2007 dan berbagai regulasi lainnya. Kajian keselamatan ini merupakan dokumen dinamis yang harus diperbarui secara berkala untuk memastikan bahwa fasilitas tetap memenuhi standar keselamatan, mengikuti perkembangan teknologi, dan umpan balik dari pengalaman operasional. Dra. Taruniyati Handayani, Kepala P2STPFRZR, menyatakan bahwa kajian keselamatan sumber mencakup identifikasi risiko ...

Penerapan Tingkat Panduan Diagnostik: Upaya Optimisasi Proteksi Radiasi di Indonesia

Gambar
Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) telah resmi mengeluarkan pedoman teknis untuk penerapan Tingkat Panduan Diagnostik Indonesia ( Indonesian Diagnostic Reference Level/IDRL ) dalam rangka optimisasi proteksi radiasi pada prosedur radiologi diagnostik dan intervensional. Pedoman ini bertujuan untuk membantu fasilitas kesehatan mengendalikan dan mengurangi paparan radiasi kepada pasien tanpa mengurangi kualitas diagnostik. BAPETEN mengembangkan Sistem Informasi Data Dosis Pasien (Si-INTAN) untuk memfasilitasi perekaman dosis radiasi secara daring. Sistem ini memungkinkan pemantauan dosis pasien di seluruh Indonesia, menjadi acuan nasional untuk penerapan optimisasi proteksi radiasi. Kepala Pusat Pengkajian Sistem dan Teknologi Pengawasan Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif, Dra. Taruniyati Handayani, menjelaskan bahwa penerapan tingkat panduan ini sejalan dengan regulasi yang berlaku dan diharapkan dapat meningkatkan keselamatan radiasi di seluruh fasilitas kesehatan di Indonesia. P...

Cara Kurangi Paparan Radiasi pada Mata saat Pemeriksaan CT-Scan Kepala

Gambar
Penelitian pada 2021 di bidang kesehatan menunjukkan cara baru untuk melindungi mata dari paparan radiasi selama pemeriksaan CT-Scan kepala. Tim peneliti menggunakan perangkat lunak khusus yang disebut Organ Dose Modulation (ODM) dan alat pelindung mata (eyeshield) untuk mengurangi dosis radiasi yang diterima oleh lensa mata hingga 30%. Pemeriksaan CT-Scan kepala adalah salah satu metode yang sering digunakan untuk mendiagnosis penyakit di bagian kepala. Namun, karena lensa mata sangat sensitif terhadap radiasi, radiasi berlebih bisa meningkatkan risiko terjadinya katarak. Dalam penelitian ini, peneliti membandingkan tiga metode: CT-Scan biasa, CT-Scan dengan ODM, dan CT-Scan dengan ODM plus eyeshield. Hasilnya, penggunaan ODM saja sudah mampu menurunkan dosis radiasi mata sebesar 20%, sedangkan kombinasi ODM dan eyeshield berhasil mengurangi paparan radiasi hingga 30%. Meskipun ada penurunan dosis radiasi, kualitas gambar yang dihasilkan tetap baik dan dapat digunakan oleh dokter untu...