Inovasi Sistem Tomografi untuk Pengujian Propelan Roket di Indonesia: Meningkatkan Presisi dan Akurasi Pengujian Bahan Bakar

Pada Seminar Keselamatan Nuklir 2023, Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (PTNI) dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkenalkan teknologi sistem tomografi terbaru yang dirancang khusus untuk pengujian propelan roket. Propelan, sebagai bahan bakar utama roket, memerlukan pengujian yang akurat dan tidak merusak untuk memastikan kualitas dan daya dorong maksimal roket. Teknologi yang dikembangkan PTNI ini memanfaatkan radiasi Betatron SEA-7 yang dapat menghasilkan gambar 3D berkualitas tinggi dari struktur internal propelan tanpa perlu membelah atau merusak bahan bakar roket tersebut.

Desain dan Fungsi Sistem Tomografi: Sistem tomografi ini dirancang menjadi tiga bagian utama: meja putar untuk memutar propelan, penggerak film radiografi, dan penggerak untuk sumber radiasi Betatron SEA-7. Dalam pengujian awal, sistem ini menunjukkan presisi dan akurasi yang tinggi. Pengukuran tegangan Von Mises mencapai 726,8 MPa, sementara nilai perpindahan maksimal yang dicatat sebesar 5,6 mm. Hasil ini memastikan bahwa desain sistem mekanik dapat berfungsi dengan stabil bahkan dalam kondisi beban berat, dengan tingkat akurasi mencapai 98% untuk pengangkat film radiografi dan pengangkat sumber radiasi.

Pengujian Propelan

Metode Pengujian Nondestruktif yang Efektif: Penggunaan tomografi dalam pengujian nondestruktif (NDT) memungkinkan pemantauan yang lebih mendetail terhadap komposisi dan kualitas propelan tanpa mengorbankan integritas material. Dalam penelitian ini, sistem tomografi berbasis Betatron memungkinkan analisis lebih rinci pada propelan, memeriksa cacat internal atau ketidaksesuaian struktur yang dapat mempengaruhi performa roket. Teknologi ini diharapkan dapat mengurangi risiko kegagalan roket dengan menyediakan data akurat tentang kondisi bahan bakar sebelum peluncuran.

Pentingnya Teknologi untuk Industri Roket Nasional: Dengan pengembangan ini, Indonesia menambah satu lagi inovasi penting di bidang teknologi pertahanan dan penerbangan. Proyek ini mencerminkan komitmen negara dalam menguasai teknologi roket dan propelan, di mana keberhasilan pengujian propelan akan menjadi fondasi bagi peningkatan kapasitas industri roket nasional. Di tengah meningkatnya kebutuhan akan teknologi pertahanan, PTNI terus berupaya untuk mendukung program kemandirian teknologi dengan menyediakan alat-alat canggih yang dirancang dan dikembangkan di dalam negeri.

Pengembangan sistem tomografi ini menjadi solusi penting bagi industri penerbangan dan pertahanan Indonesia, memastikan standar keamanan dan efisiensi tinggi dalam pengujian propelan roket sebelum digunakan.

Baca hasil kajian di sini.

Posting Komentar untuk "Inovasi Sistem Tomografi untuk Pengujian Propelan Roket di Indonesia: Meningkatkan Presisi dan Akurasi Pengujian Bahan Bakar"