Peningkatan Risiko Seismik di Kawasan Nuklir Serpong: Implikasi dan Keamanan Fasilitas RSG-GAS
Studi terbaru mengenai risiko seismik di Kawasan Nuklir Serpong (KNS) menunjukkan adanya peningkatan potensi risiko gempa bumi di sekitar wilayah tersebut, terutama di lokasi reaktor nuklir RSG-GAS. Penelitian yang dipublikasikan pada Prosiding Seminar Keselamatan Nuklir 2023 ini menganalisis kondisi tanah di kawasan tersebut menggunakan metode Horizontal Vertical Spectral Ratio (HVSR) untuk memastikan keamanan operasional fasilitas nuklir yang ada.
Penelitian ini menemukan bahwa wilayah sekitar reaktor RSG-GAS, yang beroperasi dengan daya hingga 30 MWth, mengalami peningkatan risiko dengan potensi percepatan tanah maksimal mencapai 0,57 g, dibandingkan dengan desain awal RSG-GAS yang hanya memperkirakan nilai maksimum sebesar 0,25 g. Peningkatan ini diakibatkan oleh faktor-faktor seismik yang berasal dari aktivitas megathrust serta sejarah gempa bumi di Jawa Barat, yang menunjukkan lebih dari 1.200 kejadian gempa berskala di atas 4,5 M sejak 1990.
Para peneliti menggunakan pengamatan mikrotremor di 20 titik di sekitar KNS untuk menganalisis nilai frekuensi natural (f0), faktor amplifikasi (A0), dan indeks kerentanan seismik (Kg) pada lapisan tanah. Hasilnya, nilai frekuensi natural (f0) rata-rata adalah 3,4964 Hz, yang menunjukkan ketebalan sedimen pada lapisan bawah permukaan tanah relatif stabil. Selain itu, rata-rata faktor amplifikasi sebesar 2,8406 dan indeks kerentanan seismik rata-rata 2,7272 menunjukkan bahwa wilayah ini masih dapat dikategorikan sebagai zona risiko rendah untuk gempa besar, terutama di lokasi RSG-GAS yang diwakili oleh titik HK9 dengan nilai risiko kerentanan rendah.
Hasil ini memberikan keyakinan bahwa, meskipun ada peningkatan risiko, fasilitas nuklir di KNS masih dalam kondisi yang aman untuk operasional reaktor. Studi ini diharapkan menjadi dasar untuk tindakan mitigasi lebih lanjut serta perencanaan darurat jika terjadi bencana gempa di masa depan.
Baca/unduh hasil kajian di sini.

Posting Komentar untuk "Peningkatan Risiko Seismik di Kawasan Nuklir Serpong: Implikasi dan Keamanan Fasilitas RSG-GAS"