Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2024

BAPETEN Keluarkan Pedoman Pengelolaan Limbah Radioaktif di Fasilitas Kedokteran Nuklir

Gambar
Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) secara resmi merilis pedoman baru untuk pengelolaan limbah radioaktif di fasilitas kedokteran nuklir. Pedoman ini bertujuan untuk menjamin keselamatan radiasi di berbagai fasilitas yang memanfaatkan zat radioaktif dalam layanan kesehatan. Dengan adanya Pedoman Teknis Pengelolaan Limbah Radioaktif di Fasilitas Kedokteran Nuklir, fasilitas kesehatan yang menggunakan teknologi nuklir diharapkan dapat mematuhi regulasi keselamatan radiasi yang telah ditetapkan. Pedoman ini disusun untuk membantu fasilitas kedokteran nuklir dalam mengelola limbah radioaktif secara aman dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. "Kami ingin memastikan bahwa pengelolaan limbah radioaktif di fasilitas kedokteran nuklir dilaksanakan secara tepat, aman, dan sesuai standar keselamatan radiasi yang berlaku," ujar Taruniyati Handayani, Kepala Pusat Pengkajian Sistem dan Teknologi Pengawasan Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif, BAPETEN. Pedoman ini juga memberikan rek...

BAPETEN Rilis Pedoman untuk Penggunaan Pesawat Sinar-X di Fasilitas Kesehatan

Gambar
Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) merilis pedoman teknis baru yang ditujukan untuk mengidentifikasi paparan radiasi potensial pada penggunaan pesawat sinar-X di fasilitas kesehatan. Pedoman ini diharapkan mampu memandu tenaga kesehatan dan fasilitas radiologi dalam menerapkan standar keselamatan radiasi. Pedoman tersebut merupakan amanat dari Pasal 63 Peraturan BAPETEN Nomor 4 Tahun 2020. Pedoman ini dirancang untuk membantu identifikasi risiko paparan potensial pada pesawat sinar-X, terutama dalam praktik radiologi diagnostik dan intervensional. Dengan adanya pedoman ini, BAPETEN berharap dapat meminimalkan risiko paparan radiasi terhadap pasien dan pekerja radiasi, sekaligus mendukung pemenuhan persyaratan izin penggunaan alat sinar-X di fasilitas kesehatan. Kepala Pusat Pengkajian Sistem dan Teknologi Pengawasan Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif, Taruniyati Handayani, menyampaikan bahwa pedoman ini akan terus diperbarui seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di ...

BAPETEN Siapkan Peraturan Sistem Pendingin untuk Reaktor Nuklir Berpendingin Gas

Gambar
Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) saat ini tengah mengkaji pembentukan peraturan baru terkait sistem pendingin reaktor dan sistem terkait untuk reaktor berpendingin gas. Kajian ini dilakukan untuk menutupi kekosongan regulasi yang ada dan diharapkan dapat memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap potensi kecelakaan nuklir, seperti yang pernah terjadi di Fukushima, Jepang. Mengapa Peraturan Ini Penting?  Setelah kejadian Fukushima pada tahun 2011, perhatian dunia terhadap pentingnya sistem pendingin reaktor yang andal semakin meningkat. Kegagalan sistem pendingin reaktor di Fukushima menyebabkan lepasan zat radioaktif dalam jumlah besar, yang berpotensi membahayakan masyarakat dan lingkungan. Oleh karena itu, BAPETEN menyadari perlunya menyusun regulasi baru yang lebih rinci untuk memastikan reaktor nuklir di Indonesia memiliki sistem pendingin yang memadai. Fokus Pengaturan Baru  Peraturan baru yang sedang disusun BAPETEN akan mencakup kriteria desain yang harus di...

BAPETEN Rilis Pedoman Keselamatan Penggunaan Pesawat Sinar-X Gigi Portabel

Gambar
Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) merilis pedoman baru yang memberikan panduan keselamatan radiasi bagi penggunaan pesawat Sinar-X gigi portabel. Pedoman ini hadir untuk menjawab tantangan dalam praktik radiografi gigi yang semakin berkembang, khususnya dalam penggunaan perangkat Sinar-X gigi portabel (handheld) yang sebelumnya hanya digunakan dalam kasus identifikasi bencana, namun kini banyak digunakan di klinik gigi. Menurut BAPETEN, pesawat Sinar-X gigi portabel telah lama dimanfaatkan di bidang forensik dan kedokteran bencana dalam pemeriksaan Disaster Victim Identification (DVI). Namun, dengan kemajuan teknologi yang memungkinkan alat ini menghasilkan gambar radiografi yang akurat meskipun beroperasi dengan arus yang lebih kecil, penggunaannya semakin meluas di klinik dan fasilitas kesehatan gigi. “Pesawat sinar-X gigi portabel kini diminati karena portabilitasnya dan kemudahan penggunaannya di lapangan. Namun, ada kekhawatiran terkait keamanan dan pengawasan penggunaan alat...

Pengembangan Sistem Pemantauan Radiasi untuk Pengawasan Ketenaganukliran di Indonesia

Gambar
Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) terus berupaya meningkatkan keamanan dan keselamatan dalam pengawasan ketenaganukliran di Indonesia. Salah satu langkah penting yang diambil adalah pengembangan spesifikasi teknis sistem pemantau radiasi lingkungan berbasis spektrometer gama. Sistem ini dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan deteksi radiasi dan meminimalisir alarm palsu, terutama dari radiasi latar yang disebabkan oleh faktor alam seperti hujan. Optimalisasi Sistem Pemantau Radiasi Lingkungan  Sistem Pemantauan Radiasi Lingkungan (SPRL) yang dikembangkan BAPETEN memanfaatkan teknologi spektrometer gama beresolusi rendah. Teknologi ini memungkinkan deteksi radiasi secara lebih akurat dan mampu membedakan antara radiasi yang berasal dari kegiatan nuklir dan radiasi alam. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengembangkan spesifikasi teknis yang sesuai dengan kebutuhan pengawasan ketenaganukliran di Indonesia, dengan mengadopsi standar internasional IEC 61017:2016. Tantan...

Evaluasi Keselamatan Reaktor Non-Daya: Memastikan Perlindungan Optimal untuk Masyarakat dan Lingkungan

Gambar
Dalam upaya memastikan keselamatan reaktor non-daya di Indonesia, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) melakukan evaluasi terhadap indikator kinerja keselamatan (IKK). Evaluasi ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kecelakaan serta melindungi keselamatan pekerja, masyarakat, dan lingkungan dari dampak radiasi nuklir. Evaluasi IKK difokuskan pada berbagai aspek seperti manajemen, pengoperasian, perawatan, dan kesiapsiagaan. BAPETEN, dalam regulasi terbarunya, mengharuskan pemilik reaktor untuk selalu memantau indikator-indikator keselamatan yang sudah distandarkan oleh Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA). Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa penerapan standar keselamatan internasional berhasil diadopsi secara komprehensif oleh pengelola reaktor di Indonesia. Beberapa tambahan parameter yang diadopsi dari regulasi BAPETEN juga membantu meningkatkan keselamatan dalam operasional reaktor. Keselamatan reaktor non-daya sangat penting karena reaktor ini berfungsi untuk penelitian da...

BAPETEN Luncurkan Pedoman Baru: Audit Dosimetri Jadi Standar Wajib untuk Meningkatkan Keamanan Radioterapi di Indonesia

Gambar
Dalam upaya meningkatkan keamanan dan efektivitas terapi radiasi di seluruh rumah sakit di Indonesia, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) telah merilis pedoman teknis terbaru mengenai pemastian akurasi dosis radioterapi melalui audit dosimetri. Pedoman yang dirilis akhir tahun ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperketat pengawasan kualitas layanan radioterapi, salah satu metode utama pengobatan kanker. Radioterapi telah digunakan dalam 50% kasus kanker di dunia, baik sebagai terapi tunggal maupun dikombinasikan dengan metode lain seperti pembedahan dan kemoterapi. Namun, ketidakakuratan dosis radiasi yang diberikan kepada pasien dapat berdampak besar terhadap hasil pengobatan, mulai dari kegagalan kontrol tumor hingga peningkatan risiko morbiditas dan toksisitas. Dalam kasus yang lebih parah, kesalahan dosis radiasi dapat menyebabkan cedera serius atau bahkan kematian. Oleh karena itu, audit dosimetri diperlukan untuk memastikan bahwa dosis yang direncanakan dan diber...

Penerapan Budaya Keselamatan di Fasilitas Kesehatan: Langkah Strategis Menuju Perlindungan Pasien dan Pekerja

Gambar
Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) merilis Pedoman Teknis Penerapan Budaya Keselamatan di Fasilitas Kesehatan. Dokumen ini dirancang untuk membantu fasilitas kesehatan, terutama yang memanfaatkan radiasi pengion, dalam membangun budaya keselamatan yang kuat, demi melindungi pasien dan pekerja dari risiko bahaya radiasi. Pedoman tersebut bertujuan mengintegrasikan budaya keselamatan ke dalam manajemen dan operasional rumah sakit dan klinik, dengan harapan dapat meningkatkan kinerja keselamatan di berbagai fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia. Budaya Keselamatan: Pilar Utama Perlindungan di Fasilitas Kesehatan Budaya keselamatan didefinisikan sebagai sikap, nilai, dan perilaku organisasi serta individu yang memprioritaskan keselamatan di atas segala hal. Dalam konteks fasilitas kesehatan, budaya ini memainkan peran penting dalam melindungi pasien, pekerja, dan lingkungan dari bahaya radiasi. Menurut Pasal 131 Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2023, setiap pemegang izin di bidan...

Rencana Dekomisioning Reaktor Nuklir TRIGA-2000, Regulasi Perlu Diperkuat

Gambar
Rencana untuk menutup dan melakukan dekomisioning terhadap reaktor riset TRIGA-2000 di Bandung mencuat pada akhir 2021, seperti yang diungkapkan oleh Kepala BRIN. Namun, kajian terbaru menunjukkan bahwa regulasi yang ada saat ini belum sepenuhnya memadai untuk memfasilitasi langkah penting ini. Studi yang dilakukan oleh Reno Alamsyah dan Anggoro Septilarso dari BAPETEN menyoroti bahwa regulasi nasional terkait dekomisioning TRIGA-2000 perlu diperkuat. Proses dekomisioning harus diatur dengan ketat, tidak hanya untuk memenuhi standar keselamatan dan keamanan nuklir internasional, tetapi juga untuk melindungi lingkungan. Studi ini menekankan perlunya kebijakan nasional yang mengatur dekomisioning, pengelolaan limbah radioaktif, serta remediasi lingkungan. Dengan sejarah panjang lebih dari 50 tahun, TRIGA-2000 pernah menjadi reaktor riset penting bagi Indonesia. Namun, untuk masa depan yang lebih aman, dibutuhkan regulasi yang tepat guna memastikan dekomisioning berjalan dengan efektif da...

Pemanfaatan Teknologi Nuklir untuk Mengurangi Sampah Plastik

Gambar
Sampah plastik menjadi permasalahan serius di Indonesia, yang menyumbang sekitar 23,57% dari total sampah domestik pada tahun 2022. Dalam upaya mengatasi krisis ini, teknologi nuklir menawarkan solusi inovatif. Berdasarkan tinjauan yang dipublikasikan oleh Hermawan Puji Yuwana, tenaga nuklir dapat dimanfaatkan dalam pengelolaan sampah plastik melalui teknik iradiasi. Teknologi iradiasi dapat mempercepat proses depolimerisasi plastik, mengurai plastik menjadi molekul lebih kecil yang lebih mudah terurai. Bahkan, plastik dapat dimanfaatkan sebagai bahan substitusi dalam pembuatan beton serat (Fiber Reinforced Concrete/FRC), yang setelah diiradiasi, menunjukkan peningkatan kekuatan mekanik dan elastisitas. Namun, meskipun teknologi ini menjanjikan, masih ada tantangan dalam implementasinya, terutama terkait kebutuhan energi yang besar. Diharapkan, teknologi ini dapat dioptimalkan untuk mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca sambil menyelesaikan permasalahan sampah plastik yang terus m...

PLTN Bawah Tanah, Solusi Hemat Ruang dengan Pertimbangan Keselamatan yang Ketat

Gambar
Dalam upaya mengatasi keterbatasan lahan yang semakin mendesak akibat pertumbuhan manusia, penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) bawah tanah menjadi salah satu solusi yang menarik. Berdasarkan studi yang dipublikasikan oleh Fery Putrawan Cusmanri dalam Jurnal Pengawasan Tenaga Nuklir (JUPETEN), PLTN bawah tanah menawarkan berbagai keunggulan, mulai dari penghematan ruang hingga perlindungan yang lebih baik terhadap gangguan eksternal seperti gempa bumi dan kebakaran. Studi ini mengulas secara mendalam tentang aspek keselamatan yang perlu dipertimbangkan dalam desain PLTN bawah tanah. Beberapa aspek penting yang dibahas antara lain hidrologi, sifat tanah, kemungkinan kecelakaan akibat runtuhan, dan pemeliharaan instalasi. Keberadaan air tanah dan risiko banjir menjadi tantangan tersendiri dalam desain ini, terutama untuk mencegah kontaminasi zat radioaktif ke lingkungan. Dengan adanya tantangan ini, keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam pengembangan teknologi PLTN...

Kebutuhan Sistem Deteksi Radiasi di Indonesia Semakin Mendesak

Gambar
Penelitian dari Jurnal Pengawasan Tenaga Nuklir, Jupeten Vol. 2 No. 1 Juli 2022, menyoroti perlunya pemasangan sistem deteksi radiasi yang lebih banyak di perbatasan dan pintu masuk negara untuk mencegah bahan radioaktif di luar kendali (MORC). Studi ini menekankan bahwa Indonesia, dengan wilayah kepulauan yang luas, sangat rentan terhadap penyelundupan bahan berbahaya seperti radioaktif. Berdasarkan analisis, ada kesenjangan yang besar antara jumlah perangkat deteksi radiasi yang terpasang saat ini dengan kebutuhan yang ada. Hanya sedikit unit yang telah dipasang, sementara lebih dari 150 unit diperlukan untuk mengamankan pelabuhan laut, bandara internasional, dan pos lintas batas negara. Upaya ini sangat penting dalam menjaga keamanan dan mencegah potensi penyalahgunaan bahan radioaktif untuk tujuan terorisme atau tindakan melanggar hukum lainnya. Penelitian ini merekomendasikan agar BAPETEN mengambil peran koordinator dalam meningkatkan keamanan nuklir, sambil menunggu regulasi lebi...

Inovasi Baru: Teknologi Sn-Filter Kurangi Dosis Radiasi pada Skrining Covid-19 dengan CT Scan

Gambar
Penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Pengawasan Tenaga Nuklir, Jupeten Vol. 2 No. 1 Juli 2022, mengungkapkan teknologi terbaru dalam penggunaan Computed Tomography (CT) Scan untuk skrining Covid-19. Dalam penelitian ini, penggunaan Sn-filter (filter timah) terbukti efektif mengurangi dosis radiasi pada pasien tanpa mengorbankan kualitas gambar. Dilakukan di Rumah Sakit Hermina Depok, penelitian ini membandingkan teknik Low Dose CT Scan (LDCT) thorax pada pasien skrining Covid-19 dengan dan tanpa penggunaan Sn-filter. Hasilnya, penggunaan Sn-filter menurunkan dosis radiasi yang diterima pasien dari rata-rata 2,33 mGy menjadi 1,47 mGy. Meskipun terdapat peningkatan tingkat noise gambar sebesar 4,78%, penurunan dosis radiasi ini tetap memberikan manfaat besar bagi keselamatan pasien. Penemuan ini mendukung implementasi teknologi Sn-filter sebagai langkah inovatif dalam menjaga kualitas diagnosis sambil mengurangi risiko paparan radiasi berlebih pada pasien selama pandemi. Baca/undu...

Kalibrasi Harian Meningkatkan Kualitas Citra CT Scan

Gambar
Jurnal Pengawasan Tenaga Nuklir, Jupeten Vol. 2 No. 1 Juli 2022, mempublikasikan hasil penelitian Rinawati Lestari dan Nursama Heru mengenai pentingnya kalibrasi harian pada sistem Computed Tomography (CT) Scan. Penelitian ini membuktikan bahwa kalibrasi harian yang dilakukan secara rutin mampu meningkatkan kualitas citra CT Scan, yang sangat penting untuk akurasi diagnosis medis. CT Scan adalah teknologi pencitraan medis yang memerlukan performa optimal dari sistemnya untuk menghasilkan gambar yang akurat. Penelitian menunjukkan bahwa kalibrasi harian menurunkan tingkat noise dan meningkatkan keseragaman gambar (uniformity), yang sangat penting untuk mendeteksi dan mencegah kegagalan fungsi alat secara dini. Penurunan nilai noise sebesar 0,01 HU pada pemindaian protokol kepala dan 0,81 HU pada pemindaian protokol abdomen setelah kalibrasi menegaskan bahwa kualitas gambar meningkat setelah proses kalibrasi dilakukan. Penurunan signifikan juga terjadi pada nilai uniformity CT number set...

Studi Karakteristik Termohidrolik Reaktor SMART: Inovasi Teknologi Nuklir dengan CFD Ansys Fluent

Gambar
Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Jurnal Pengawasan Tenaga Nuklir edisi Juli 2022 mengungkapkan perkembangan penting dalam desain Reaktor SMART (System-integrated Modular Advanced Reactor). Reaktor SMART merupakan jenis Small Modular Reactor (SMR) yang menawarkan berbagai fitur keselamatan aktif dan pasif. Teknologi ini dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan energi yang semakin tinggi dengan biaya lebih efisien melalui modularisasi. Tim peneliti, yang dipimpin oleh Agus Waluyo dari BAPETEN, menggunakan metode Computational Fluid Dynamic (CFD) dengan perangkat lunak Ansys Fluent untuk melakukan simulasi aliran fluida pendingin dan perpindahan panas dari bahan bakar ke pendingin. Studi ini berfokus pada distribusi temperatur di sub kanal pendingin Reaktor SMART, yang didesain menggunakan bahan bakar jenis Pressurized Water Reactor (PWR) konvensional, namun dengan aliran dan suhu inlet lebih rendah dibanding PWR standar. Hasil simulasi menunjukkan peningkatan suhu rata-rata fluida ...

Sistem Baru untuk Pantau Suhu Reaktor Kartini: Inovasi Teknologi Demi Keselamatan Nuklir

Gambar
Peneliti dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) berhasil merancang dan membangun sistem penampil suhu bahan bakar untuk Reaktor Kartini yang berada di Yogyakarta. Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan operasional reaktor, yang sudah beroperasi sejak 1974, terutama dalam pengawasan suhu bahan bakar yang merupakan parameter penting dalam reaktor nuklir. Sistem lama di Reaktor Kartini pernah mengalami kerusakan, sehingga suhu bahan bakar tidak dapat ditampilkan secara akurat di ruang kendali. Dengan menggunakan mikrokontroler AT89S51 dan rangkaian konverter analog ke digital (ADC-0809), sistem baru ini mampu mengubah sinyal analog dari termokopel menjadi data digital yang kemudian ditampilkan di layar LCD. Sistem ini dirancang untuk menampilkan suhu hingga 250°C, memberikan operator reaktor informasi real-time mengenai kondisi bahan bakar. Credit: Pixabay Pengujian sistem dilakukan selama 4,5 jam pada daya operasi 100 kW. Hasilnya, sistem berhasil menampilkan suhu baha...

Keselamatan Penggunaan Kembali Tapak Bekas untuk Instalasi Nuklir

Gambar
Dalam upaya pembangunan instalasi nuklir di Indonesia, penggunaan kembali tapak bekas fasilitas industri menjadi salah satu strategi yang menjanjikan. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Pengawasan Tenaga Nuklir edisi Desember 2022, tapak bekas seperti pembangkit listrik dan industri besar dapat dimanfaatkan kembali untuk keperluan nuklir. Hal ini memberikan banyak keuntungan, termasuk penghematan lahan dan infrastruktur yang telah tersedia. Namun, keselamatan tetap menjadi perhatian utama. Makalah yang ditulis oleh Fery Putrawan Cusmanri menekankan bahwa sisa residu dari fasilitas sebelumnya, keandalan struktur yang ada, dan riwayat kedaruratan fasilitas adalah faktor yang harus diperhitungkan secara serius.  Rekomendasi ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2012 tentang Keselamatan dan Keamanan Instalasi Nuklir. Dengan evaluasi menyeluruh, diharapkan strategi ini dapat diimplementasikan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Baca/...

Pengaruh Gradasi Pasir Terhadap Kekuatan Mortar dalam Pengelolaan Limbah Radioaktif

Gambar
Dalam pengelolaan limbah radioaktif, penelitian terbaru yang diterbitkan oleh Hermawan Puji Yuwana dan Sugeng Purnomo dalam Jurnal Pengawasan Tenaga Nuklir (JUPETEN) mengungkapkan pentingnya pemilihan pasir dalam proses pembuatan mortar. Mortar ini digunakan dalam metode sementasi untuk mengelola dan mengamankan limbah radioaktif, sehingga perannya sangat krusial dalam melindungi lingkungan dan masyarakat dari bahaya radiasi. Credit: Pixabay Penelitian ini menyoroti bahwa jenis dan gradasi pasir mempengaruhi kekuatan tekan mortar, yang merupakan salah satu indikator utama keberhasilan proses sementasi. Dalam eksperimen tersebut, tiga jenis pasir diuji: IPLN 1, IPLN 2, dan IPLN 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasir IPLN 1, dengan gradasi yang lebih kasar, menghasilkan mortar dengan kekuatan tekan tertinggi, yakni 10,292 MPa, diikuti oleh IPLN 2 dengan 9,411 MPa, dan IPLN 3 yang lebih halus dengan 6,026 MPa. Mortar yang kuat diperlukan untuk memastikan bahwa limbah radioaktif terbu...

Teknik kV Tinggi Kurangi Dosis Radiasi pada Pemeriksaan Rontgen di RSUP Dr. Kariadi Semarang

Gambar
Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Jurnal Pengawasan Tenaga Nuklir (JUPETEN) menunjukkan bahwa penggunaan teknik kilovoltage (kV) tinggi pada pemeriksaan radiografi thorak di RSUP Dr. Kariadi Semarang secara signifikan dapat mengurangi dosis radiasi yang diterima pasien. Penelitian yang dilakukan oleh Sanggam Ramantisan, Tina Meilinda, Aga Aulia Putra, dan Siti Akbari ini membandingkan hasil dari dua teknik pemeriksaan dengan tegangan 59,8 kV dan 108,8 kV. Credit: Pixabay Hasilnya, penggunaan teknik kV tinggi tidak hanya menghasilkan citra rontgen yang tetap berkualitas untuk diagnosis, tetapi juga mampu menurunkan dosis radiasi hingga 60,75% (ESAK) dan 74,92% (DAP) dibandingkan teknik standar. Penelitian ini menguji 225 pasien dan menyimpulkan bahwa penggunaan teknik ini aman bagi pasien serta lebih efisien dalam melindungi mereka dari paparan radiasi yang berlebihan. Langkah ini sejalan dengan prinsip optimisasi dalam proteksi radiasi dan keselamatan pasien, sebagaimana diatur...

RS Indriati Solobaru Berhasil Tekan Pengulangan Foto X-Ray Demi Keselamatan Pasien

Gambar
RS Indriati Solobaru di Sukoharjo berhasil mencatat prestasi penting dalam meningkatkan keselamatan pasien. Dengan menerapkan indikator mutu pengulangan foto X-ray, rumah sakit ini mampu menurunkan angka pengulangan foto sebesar 0,6%. Langkah ini dimulai sejak awal 2021, dengan tujuan utama untuk mengurangi paparan radiasi yang tidak diperlukan kepada pasien, serta mengurangi waktu yang terbuang dan biaya operasional akibat pengulangan pemeriksaan. Credit: Pixabay Pengulangan foto X-ray sebelumnya menjadi masalah serius di rumah sakit ini, mencapai 2,29% pada tahun 2020. Penurunan signifikan terjadi berkat implementasi sistem pemantauan harian melalui SISMADAK V5.0.3, yang memungkinkan pelaporan setiap bulan kepada Komite Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (KMRS). Salah satu alat yang digunakan dalam menekan angka pengulangan ini adalah metode fishbone, yang membantu mengidentifikasi akar penyebab masalah, seperti kesalahan posisi pasien dan pengaturan eksposi sinar X. Setelah men...

Optimisasi Dosis Radiasi untuk Pemeriksaan Thorak Anak di Rumah Sakit Mayapada

Gambar
Peneliti dari Rumah Sakit Mayapada baru-baru ini melakukan penelitian mengenai optimisasi dosis radiasi pada pemeriksaan thorak anak. Penelitian ini penting karena pasien anak yang menjalani pemeriksaan radiografi thorak membutuhkan perhatian khusus terkait proteksi radiasi. Hasilnya menunjukkan bahwa faktor eksposi yang optimal dapat digunakan untuk menurunkan dosis radiasi tanpa mengurangi kualitas citra yang dihasilkan. Menurut penelitian yang dipimpin oleh Achmad Ainul Yaqin, dosis radiasi yang diterima pasien anak dapat diminimalisir dengan penggunaan parameter eksposi yang lebih rendah. Melalui pengujian menggunakan in-house phantom, ditemukan bahwa faktor eksposi 55 kV dengan 8 mAs memberikan hasil yang terbaik tanpa melebihi batas yang telah ditetapkan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN). Kombinasi ini menghasilkan kualitas citra yang optimal dan dosis radiasi yang aman untuk anak-anak. Penggunaan Radiografi Thorak di Tengah Pandemi Covid-19 Seiring meningkatnya jumlah ...

Optimisasi Dosis Radiasi untuk Pemeriksaan Thorak: Upaya Proteksi Pasien

Gambar
Rumah Sakit Gading Pluit (RSGP) melakukan audit dosis radiasi untuk pemeriksaan thorak proyeksi AP pada pasien dewasa. Hasil penelitian ini menunjukkan perlunya optimisasi dosis radiasi guna melindungi pasien dari paparan berlebih tanpa mengurangi kualitas citra klinis. Audit dilakukan selama satu tahun pada 1.090 pasien, dengan temuan bahwa dosis radiasi yang diterima pada RSGP melebihi batas nilai panduan dosis nasional Indonesia (I-DRL). Credit: Pixabay Optimisasi untuk Keselamatan Pasien Upaya optimisasi ini mengikuti prinsip ALARA (As Low As Reasonably Achievable), yang bertujuan untuk mengurangi dosis radiasi serendah mungkin tanpa mengurangi kualitas citra medis. Tim peneliti yang dipimpin oleh Ika Hariyati dan Mahfudz Fauzan menyarankan penggunaan faktor eksposi yang lebih rendah dari standar sebelumnya. Pengujian menggunakan beberapa variasi faktor eksposi pada pesawat radiografi umum Listem REX 525-R dilakukan dengan evaluasi buta oleh dokter spesialis radiologi. Hasil evalua...

Korelasi Komposisi Jaringan Thorak dengan Dosis Radiasi pada Pemeriksaan CT Scan

Gambar
Jurnal Pengawasan Tenaga Nuklir edisi Desember 2022 membahas penelitian tentang hubungan antara komposisi jaringan thorak dengan dosis radiasi yang diterima pasien dalam pemeriksaan CT Scan thorak. Penelitian ini menunjukkan bahwa volume jaringan lunak dan tulang pada thorak memiliki pengaruh signifikan terhadap dosis radiasi, sementara volume udara tidak memberikan pengaruh berarti. Credit: Pixabay Dengan metode retrospektif yang dilakukan pada 100 pasien, penelitian ini menemukan bahwa peningkatan volume jaringan lunak dan tulang meningkatkan dosis radiasi yang diterima, ditandai dengan nilai korelasi yang signifikan secara statistik. Temuan ini penting untuk membantu praktisi medis, termasuk dokter radiologi dan radiografer, dalam mengoptimalkan protokol pemeriksaan untuk meminimalkan paparan radiasi pasien tanpa mengurangi kualitas gambar radiograf. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti pentingnya optimisasi proteksi radiasi dan penerapan Tingkat Panduan Diagnostik (DRL) dalam ...

Analisis Dosis Radiasi pada Pemeriksaan CT Scan Kepala dengan Metode Sekuensial dan Helical

Gambar
Penelitian dari Jurnal Pengawasan Tenaga Nuklir, Volume 2 Nomor 2, Desember 2022, membahas perbandingan dosis radiasi pada pemeriksaan CT Scan kepala menggunakan dua teknik pemindaian yang berbeda, yaitu sekuensial dan helical. Penelitian ini dilakukan di Instalasi Radiologi RSUP Fatmawati, Jakarta, dan bertujuan untuk memahami perbedaan dosis yang diterima oleh pasien saat menggunakan kedua teknik tersebut. Credit: Pixabay CT Scan kepala adalah prosedur pencitraan medis yang sering digunakan untuk mendiagnosis berbagai kondisi otak. Dosis radiasi yang diterima oleh pasien menjadi perhatian utama, karena radiasi dapat menyebabkan efek samping jika melebihi ambang batas tertentu. Dalam penelitian ini, pengukuran dosis dilakukan menggunakan dua parameter penting, yaitu CT Dose Index (CTDIvol) dan Dose Length Product (DLP), yang mencerminkan total energi radiasi yang diserap tubuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik sekuensial menghasilkan dosis radiasi yang lebih rendah dibandingk...

Analisis Skenario Rencana Kontinjensi Nuklir Tangerang Selatan Menggunakan JRODOS

Gambar
Pada akhir tahun 2022, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) merilis analisis terbaru mengenai rencana kontinjensi nuklir untuk wilayah Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunakan perangkat lunak pendukung keputusan JRODOS dalam memproyeksikan dampak dari kecelakaan nuklir terburuk yang dapat terjadi di reaktor GA Siwabessy, yang terletak di kawasan nuklir Serpong. Kecelakaan ini dikenal dengan istilah Beyond Design Basis Accident (BDBA), yang berpotensi menyebabkan lepasan radionuklida ke lingkungan luar. Credit: Pixabay Studi yang dipublikasikan dalam Jurnal Pengawasan Tenaga Nuklir, Volume 2 Nomor 2 Desember 2022, berfokus pada membandingkan skenario rencana kontinjensi nuklir yang telah disusun oleh pemerintah setempat dengan hasil analisis JRODOS. Dalam penelitian ini, analisis dilakukan terhadap dua skenario cuaca yang berbeda, yang dipilih berdasarkan data cuaca tanggal 9 Februari 2022 dan 1 Maret 2022. Hasil studi menunjukkan bahwa perkiraan area terdampak akibat lepasan rad...

Tantangan Penyediaan Layanan Kalibrasi Alat Ukur Radiasi Multimeter Sinar-X di Indonesia

Gambar
Saat ini, Indonesia masih menghadapi kendala dalam penyediaan layanan kalibrasi untuk alat ukur radiasi multimeter sinar-X. Sebagai negara yang belum memiliki fasilitas kalibrasi sendiri, kalibrasi multimeter sinar-X harus dilakukan di luar negeri. Hal ini menyebabkan biaya yang tinggi dan waktu proses yang lama, yang berdampak pada layanan pengujian di laboratorium uji kesesuaian dalam negeri. Sebuah tinjauan awal dilakukan untuk mengidentifikasi laboratorium kalibrasi di Indonesia yang dapat menyediakan layanan ini, namun saat ini fasilitas dosimetri standar sekunder (LDSS) di Indonesia masih belum mampu. Credit:Pixabay Dampak dari kurangnya fasilitas kalibrasi ini cukup signifikan. Proses kalibrasi yang harus dilakukan di luar negeri memakan waktu hingga tiga bulan dan biaya sekitar 45 juta rupiah per unit alat. Lamanya waktu dan tingginya biaya ini juga berpotensi membebani tarif layanan pengujian alat kesehatan, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi daya saing laboratorium uji kes...

Kajian Implementasi Keamanan Sumber Radioaktif: Evaluasi dan Rekomendasi

Gambar
Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) baru-baru ini merilis hasil kajian mengenai implementasi Peraturan Kepala BAPETEN Nomor 6 Tahun 2015 tentang Keamanan Sumber Radioaktif. Kajian ini dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas peraturan tersebut, mengingat perkembangan standar internasional, teknologi, dan peningkatan ancaman keamanan dalam beberapa tahun terakhir. Dalam kajian ini, dilakukan survei terhadap 134 responden yang merupakan pengguna sumber radioaktif di berbagai sektor, termasuk penelitian, radioterapi, dan industri. Hasil survei menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai peraturan ini cukup bermanfaat, dengan skor tertinggi 86,3 untuk manfaat regulasi. Namun, aspek kemudahan dalam memahami persyaratan keamanan mendapatkan skor terendah, yaitu 73,4, yang mengindikasikan adanya kebutuhan untuk penyederhanaan dan peningkatan sosialisasi. Credit: Pixabay Berdasarkan hasil survei, BAPETEN menyimpulkan bahwa meskipun peraturan ini dapat diterapkan dengan baik, masih di...

Peran Geoteknik dalam Pengelolaan Limbah Radioaktif: Kunci Keamanan Lingkungan

Gambar
Pengelolaan limbah radioaktif menjadi salah satu isu krusial di Indonesia, terutama terkait dengan fasilitas penimbunan akhir (landfill) mineral ikutan radioaktif (MIR). Pentingnya aspek geoteknik dalam perencanaan dan desain fasilitas ini ditekankan dalam studi terbaru yang diterbitkan oleh BAPETEN. Geoteknik, yang mempelajari sifat-sifat tanah dan batuan, berperan penting dalam memastikan keamanan lingkungan dari potensi kontaminasi yang disebabkan oleh limbah radioaktif. Dalam makalah tersebut dijelaskan bahwa perencanaan landfill MIR harus mempertimbangkan karakteristik fisik, kimia, dan konsentrasi aktivitas radionuklida yang akan ditimbun. Beberapa aspek geoteknik, seperti stabilitas lereng, daya dukung tanah, dan pemilihan fondasi yang tepat, menjadi faktor utama yang menentukan keamanan fasilitas tersebut. Penelitian juga menyoroti pentingnya survei geoteknik awal untuk mengumpulkan data terkait jenis tanah, muka air tanah, dan kekuatan geser, yang semuanya berkontribusi pada d...

Penguatan Keamanan Siber pada PLTN: Rekomendasi Teknis untuk Indonesia

Gambar
Dalam upaya memperkuat keamanan siber pada Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia, peneliti dari BAPETEN mengeluarkan rekomendasi teknis yang mendalam mengenai antarmuka keselamatan dan keamanan pada sistem instrumentasi dan kendali (SIK). Rekomendasi ini diharapkan dapat mengatasi kesenjangan antara regulasi nasional dengan standar dan praktik internasional yang berlaku. Sistem instrumentasi dan kendali (SIK) merupakan komponen krusial dalam operasi PLTN yang aman. Namun, dengan penerapan teknologi digital, SIK menjadi rentan terhadap serangan siber, sebagaimana pernah terjadi pada beberapa insiden global. Contohnya adalah serangan Stuxnet yang menyerang fasilitas nuklir di Iran, dan insiden Slammer yang melumpuhkan sistem indikator keselamatan di PLTN Davis-Besse, Amerika Serikat. Tantangan dan Solusi: Di Indonesia, regulasi terkait keamanan siber pada instalasi nuklir diatur melalui Peraturan Kepala BAPETEN Nomor 1 Tahun 2009 tentang Proteksi Fisik Instalasi Nuklir dan...

Kajian BAPETEN: Biaya Dekontaminasi Tapak Nuklir Bisa Membebani Anggaran Negara

Gambar
Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam Jurnal Pengawasan Tenaga Nuklir (Jupeten) oleh BAPETEN menyoroti besarnya biaya yang diperlukan untuk dekontaminasi dan pemulihan tapak serta lingkungan fasilitas nuklir yang terkontaminasi. Penelitian ini dilakukan oleh tim dari Pusat Pengkajian Sistem dan Teknologi Pengawasan Instalasi dan Bahan Nuklir, BAPETEN, Jakarta. Penelitian yang berjudul "Studi Faktor Biaya untuk Dekontaminasi Tapak dan Lingkungan Fasilitas Nuklir" ini menekankan bahwa kecelakaan atau insiden keamanan pada instalasi nuklir tidak hanya berdampak pada kesehatan dan keselamatan publik, tetapi juga membawa konsekuensi ekonomi yang signifikan. Menurut penelitian, biaya dekontaminasi tidak hanya mencakup upaya pembersihan fisik, tetapi juga melibatkan biaya kesehatan akibat radiasi, biaya sekunder seperti kehilangan pendapatan dan investasi, serta dampak sosial yang lebih luas. Credit: Pixabay Peneliti utama, Liliana Yetta Pandi, menyatakan bahwa biaya-b...

Penelitian Baru: Kesalahan Posisi Pasien pada CT Scan Kepala Dapat Meningkatkan Risiko Katarak

Gambar
Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam Jurnal Pengawasan Tenaga Nuklir (Jupeten) mengungkapkan bahwa kesalahan posisi pasien pada saat pemeriksaan CT Scan kepala dapat meningkatkan dosis radiasi pada lensa mata, yang berpotensi meningkatkan risiko katarak. Penelitian ini dilakukan oleh tim dari Instalasi Radiologi RSUD Cideres, Majalengka, dan Instalasi Radiologi RSD Gunung Jati, Cirebon, dengan melibatkan data dari 1.025 pasien. Menurut hasil penelitian, miscentering atau kesalahan penempatan pasien di pusat gantry (isocenter) CT Scan kepala terjadi pada sekitar 67,8% pasien, dengan rentang kesalahan posisi vertikal (posterior-anterior) antara -30 mm hingga -21 mm. Kesalahan ini menyebabkan peningkatan dosis radiasi pada lensa mata, terutama ketika posisi pasien terlalu rendah dari isocenter. Sebaliknya, posisi pasien yang lebih tinggi dari isocenter menunjukkan penurunan dosis radiasi pada lensa mata. Peneliti utama, Moh. Shofi Nur Utami, menyatakan bahwa dosis radiasi y...

Penelitian Terbaru Ungkap Efektivitas Penggunaan High kV dalam Pemeriksaan Radiografi Thoraks PA

Gambar
Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Jurnal Pengawasan Tenaga Nuklir (Jupeten) mengungkap bahwa penggunaan teknik high kV dalam pemeriksaan radiografi thoraks posterior-anterior (PA) mampu menurunkan dosis radiasi secara signifikan tanpa mengurangi kualitas citra radiografi. Studi ini menggunakan data retrospektif dari pemeriksaan radiografi thoraks PA yang dilakukan antara tahun 2018 hingga 2022, dengan analisis pada database Diagnostic Reference Level (DRL) BAPETEN. Credit: Pixabay Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata dosis radiasi pada penggunaan faktor eksposi standar adalah 0,179 mGy, sementara pada penggunaan high kV hanya sebesar 0,146 mGy. Perbedaan dosis ini mencapai 18,43%, dengan nilai p-value < 0,000 yang menandakan signifikansi statistik dari temuan ini. Penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan high kV bisa menjadi prosedur optimisasi yang efektif untuk mengurangi dosis radiasi pada pasien. Temuan ini menjadi landasan penting bagi para praktisi klinis, te...

Evaluasi Tingkat Panduan Diagnostik (DRL) Pemeriksaan Radiografi Thorax PA di Pulau Jawa Menunjukkan Dosis Radiasi yang Masih Terkontrol

Gambar
Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Jurnal Pengawasan Tenaga Nuklir mengungkapkan hasil evaluasi Diagnostic Reference Levels (DRL) pada pemeriksaan radiografi Thorax Posterior-Anterior (PA) di berbagai wilayah di Pulau Jawa. Penelitian ini memanfaatkan database DRL BAPETEN yang mencakup data dari tahun 2018 hingga 2022. Penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Irsal dan tim dari Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta II menunjukkan bahwa dosis radiasi kuartil-3 di Pulau Jawa berkisar antara 0,17 mGy hingga 0,31 mGy. Hasil ini menunjukkan bahwa tingkat paparan radiasi pada pemeriksaan Thorax PA masih berada di bawah DRL Nasional dan lebih rendah dibandingkan dengan beberapa negara di Asia dan Australia. Jawa Barat mencatat nilai kuartil-3 tertinggi dengan 0,31 mGy, sedangkan DKI Jakarta mencatat nilai terendah dengan 0,17 mGy. Meskipun demikian, hasil penelitian ini menekankan bahwa penting untuk terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap nilai DRL guna memastikan proteksi rad...