Inovasi Pemanfaatan Terak Timah untuk Mortar yang Aman bagi Lingkungan

Penelitian terkini oleh tim peneliti dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) dan Universitas Indonesia menyoroti inovasi penggunaan terak timah sebagai substitusi parsial agregat halus dalam mortar. Terak timah, yang merupakan hasil samping dari proses peleburan timah, mengandung radionuklida seperti 226Ra, 228Ra, dan 228Th, yang berpotensi meningkatkan risiko radiasi. Penelitian ini mengkaji efektivitas dan keamanan terak timah sebagai komponen mortar untuk melihat seberapa besar potensi lepasan radiasi ke lingkungan.

Inovasi Pemanfaatan Terak Timah untuk Mortar yang Aman bagi Lingkungan

Proses penelitian mencakup penggunaan variasi campuran terak timah dalam mortar sebesar 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%. Simulasi pelindian dilakukan untuk memantau lepasnya radionuklida dari mortar yang mengandung terak timah dalam jangka waktu 14 hingga 56 hari. Hasil menunjukkan bahwa dengan meningkatnya kadar terak timah dan durasi pelindian, aktivitas radiasi dalam air lindi juga meningkat. Walau begitu, laju lindi cenderung menurun seiring waktu, menunjukkan bahwa sebagian besar radiasi berasal dari lapisan permukaan mortar.

Penelitian ini menyarankan bahwa meskipun terak timah dapat dimanfaatkan sebagai material konstruksi, perhatian khusus harus diberikan pada pengendalian dampak radiasi. Simulasi menunjukkan bahwa meski imobilisasi radionuklida cukup efektif, risiko pelepasan radionuklida tetap ada dan harus diawasi dengan ketat dalam penggunaannya di konstruksi lingkungan terbuka.

Baca/unduh hasil kajian di sini.

Posting Komentar untuk "Inovasi Pemanfaatan Terak Timah untuk Mortar yang Aman bagi Lingkungan"