Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2024

Studi Terbaru Ungkap Pentingnya Budaya Perawatan untuk Memperpanjang Umur Fasilitas Nuklir

Gambar
Fasilitas nuklir di Indonesia, yang telah beroperasi selama bertahun-tahun, menghadapi tantangan serius terkait perawatan. Dalam upaya menjaga keamanan dan keandalan fasilitas ini, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) menekankan pentingnya pengembangan budaya perawatan yang kuat. Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa perawatan yang buruk dapat meningkatkan biaya pengelolaan dan memperpendek umur fasilitas nuklir. Budaya perawatan yang baik diperlukan untuk memastikan bahwa struktur, sistem, dan komponen (SSK) dari fasilitas nuklir siap digunakan kapan saja diperlukan. Hal ini juga merupakan bagian dari program manajemen penuaan yang bertujuan untuk memperpanjang umur aset dan fasilitas. Credit: Pixabay Penelitian ini juga mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi pada pengembangan budaya perawatan, termasuk kepemimpinan yang kuat, komunikasi yang efektif, penghargaan dan pengakuan, serta tanggung jawab yang jelas. Selain itu, pengaturan standar dan peraturan yang ketat jug...

Teknik Iradiasi Membuka Peluang Baru untuk Mengolah Sampah Plastik yang Sulit Terurai

Gambar
Sampah plastik, terutama jenis Polyethylene Terephthalate (PET) yang biasa digunakan untuk botol minuman, telah menjadi masalah besar di seluruh dunia. Plastik ini tidak mudah terurai, mencemari tanah dan laut, serta mengancam kehidupan makhluk hidup. Namun, ada kabar baik! Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa teknik iradiasi nuklir dapat menjadi solusi inovatif untuk mengolah sampah plastik ini. Dalam jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), dijelaskan bagaimana iradiasi dapat memecah rantai molekul plastik PET, sehingga memudahkan proses daur ulang. Teknik ini dapat dilakukan dengan dua cara: secara langsung dengan memberikan radiasi pada plastik PET, atau secara tidak langsung dengan mengubah plastik menjadi produk lain sebelum diradiasi. Keduanya bertujuan untuk membuat plastik lebih mudah diolah dan mengurangi dampak buruknya terhadap lingkungan. Credit: Pixabay Teknik iradiasi ini bukan hanya sebuah gagasan ilmiah, tetapi juga dapat diimplemen...

Studi Terbaru Menunjukkan Bahaya Cuaca dan Gempa Bumi sebagai Ancaman Utama Untuk PLTN Bertapak Air

Gambar
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) bertapak air mulai menjadi perhatian utama di berbagai negara, terutama dalam kaitannya dengan distribusi energi ke daerah terpencil. Studi terbaru yang diterbitkan dalam Jurnal Pengawasan Tenaga Nuklir mengungkapkan bahwa PLTN jenis ini, yang meliputi PLTN Apung, PLTN berbasis gravitasi (GBS), dan PLTN bawah laut, menghadapi berbagai bahaya eksternal yang harus diantisipasi dengan cermat. Studi ini menyoroti bahwa bahaya cuaca, seperti badai dan angin kencang, serta bahaya gempa bumi dan tsunami, merupakan ancaman signifikan bagi keselamatan PLTN bertapak air. Bahaya-bahaya ini memerlukan pertimbangan khusus dalam desain dan operasional PLTN guna menghindari kecelakaan yang dapat berdampak luas. Credit: Pixabay PLTN Apung, misalnya, dapat dengan mudah terpengaruh oleh kondisi cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan perpindahan posisi atau bahkan kerusakan fisik yang serius pada fasilitas tersebut. Sementara itu, PLTN GBS yang ditanam di dasar laut ...