Paparan Radiasi di Tambang PT Newmont Nusa Tenggara Masih Terkendali, Analisis BAPETEN Tegaskan Risiko Minimal

BAPETEN bekerja sama dengan BATAN telah menyelesaikan analisis keselamatan radiasi pada tambang emas PT Newmont Nusa Tenggara di Sumbawa. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi dampak dari Technologically Enhanced Naturally Occurring Radioactive Material (TENORM) yang dihasilkan selama proses penambangan. Analisis ini bertujuan untuk memastikan tingkat paparan radiasi terhadap pekerja dan lingkungan tetap aman.

TENORM

Menurut laporan, pengukuran laju dosis radiasi gamma menunjukkan hasil yang relatif rendah di berbagai lokasi kerja, berkisar antara 1-8 µR/jam, yang menunjukkan kondisi aman bagi para pekerja. Selain itu, konsentrasi radionuklida seperti Th-228, Ra-228, dan Ra-226 dalam sampel padat juga terdeteksi berada di bawah batas yang ditetapkan oleh BSS-IAEA. Hanya kandungan K-40 yang ditemukan cukup bervariasi, terutama pada tailing hasil pengolahan.

Dalam hal kualitas udara, partikel debu di lokasi kerja menunjukkan konsentrasi yang tinggi, terutama partikel berukuran di bawah 2,5 mikrometer yang dapat menyebabkan gangguan saluran pernapasan. Laporan kesehatan karyawan selama 2001-2002 mengonfirmasi bahwa infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan penyakit yang paling sering dilaporkan, meskipun tidak ditemukan indikasi langsung adanya penyakit akibat paparan radiasi.

Laporan ini merekomendasikan untuk meningkatkan ventilasi udara di beberapa lokasi guna mengurangi konsentrasi gas radon dan thoron yang relatif tinggi serta mendorong penggunaan masker yang efektif menyaring debu. Temuan ini memberikan panduan penting dalam upaya peningkatan keselamatan dan kesehatan pekerja di industri pertambangan.

Baca dokumen di sini.

Posting Komentar untuk "Paparan Radiasi di Tambang PT Newmont Nusa Tenggara Masih Terkendali, Analisis BAPETEN Tegaskan Risiko Minimal"