Strategi Kebijakan untuk Pembangunan PLTN SMR di Indonesia

Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) telah mengusulkan strategi kebijakan baru untuk mendukung pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) jenis Small Modular Reactor (SMR) di Indonesia. Kebijakan ini disusun mengingat potensi penerapan teknologi baru dalam industri nuklir yang terus berkembang, sementara regulasi yang ada saat ini masih mengacu pada teknologi reaktor berpendingin air ringan.

SMR menawarkan solusi untuk penyediaan energi dengan kapasitas yang lebih kecil dan fleksibel, yang cocok untuk daerah terpencil dan dengan kebutuhan energi terbatas. Namun, penerapannya menghadapi tantangan regulasi, terutama dalam hal perizinan dan keselamatan. BAPETEN menyusun strategi yang meliputi proses pra lisensi untuk memastikan desain reaktor memenuhi persyaratan keselamatan sejak tahap awal, serta penggunaan pendekatan perizinan berbasis risiko untuk menyesuaikan regulasi dengan teknologi baru ini.

Prosiding SKN 2023

Strategi kebijakan juga mempertimbangkan potensi pengembangan PLTN terapung, yang dapat memberikan pasokan energi ke daerah pesisir dan pulau. Untuk menjamin keselamatan, diperlukan kerangka kerja peraturan yang mencakup hukum lingkungan dan laut serta persyaratan keselamatan nuklir internasional.

Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan pengembangan PLTN jenis SMR di Indonesia dapat berjalan dengan lebih aman dan efisien, sesuai dengan target pemerintah untuk memasang kapasitas 1 GW energi nuklir pada tahun 2032.

Baca/unduh dokumen hasil kajian di sini.

Posting Komentar untuk "Strategi Kebijakan untuk Pembangunan PLTN SMR di Indonesia"