Penelitian Uji Kesesuaian Lapangan Kolimasi dan Berkas Sinar-X pada Pesawat Sinar-X di Rumah Sakit Islam Yogyakarta (RSIY) PDHI
Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam Prosiding Seminar Keselamatan Nuklir 2023 mengungkapkan adanya ketidaksesuaian lapangan kolimasi dengan berkas sinar-X pada pesawat sinar-X di RSIY PDHI. Pengujian kesesuaian ini merupakan bagian penting dari kontrol kualitas (QC) yang harus dilakukan setiap empat tahun untuk memastikan keakuratan dan keamanan penggunaan sinar-X dalam prosedur radiologi. Namun, penelitian menunjukkan bahwa uji kesesuaian terakhir dilakukan pada 2018, melampaui batas empat tahun yang direkomendasikan, yang menimbulkan kekhawatiran terkait potensi dampak radiasi bagi pasien dan tenaga medis.
Penelitian ini menggunakan dua metode pengujian, yaitu metode koin dan metode kawat "L", untuk mengukur tingkat deviasi pada lapangan kolimasi dengan berkas sinar-X. Kedua metode menunjukkan hasil deviasi yang melebihi batas toleransi 2% SID yang ditetapkan oleh International Atomic Energy Agency (IAEA) dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN). Pada metode koin, misalnya, deviasi pada sumbu Y mencapai angka signifikan di atas batas toleransi, yaitu sebesar 6,52% untuk lapangan kolimasi 10x10 cm. Metode kawat “L” tanpa double exposure juga menunjukkan ketidaksesuaian yang serupa, dengan deviasi mencapai 6,04% pada sumbu Y.
Peneliti menegaskan pentingnya kontrol kualitas berkala pada perangkat sinar-X di rumah sakit untuk mencegah risiko radiasi yang tidak terkendali. Dengan hasil penelitian ini, RSIY PDHI diharapkan segera mengambil langkah untuk melakukan kalibrasi dan kontrol kualitas rutin sesuai dengan standar nasional dan internasional guna menjamin keselamatan pasien serta efektivitas prosedur radiologi.
Baca hasil penelitian di sini.

Posting Komentar untuk "Penelitian Uji Kesesuaian Lapangan Kolimasi dan Berkas Sinar-X pada Pesawat Sinar-X di Rumah Sakit Islam Yogyakarta (RSIY) PDHI"