Evaluasi Pengawasan Reaktor Nuklir RSG-GAS: Perhitungan Burn-up dengan Program SRAC

Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) telah melakukan kajian teknis yang mendalam terkait pengawasan reaktor dan bahan nuklir di Indonesia. Salah satu fokus utama dari kajian ini adalah perhitungan burn-up bahan bakar reaktor Serba Guna (RSG-GAS) menggunakan paket program komputer SRAC. Kajian ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengawasan dan keselamatan di bidang perizinan reaktor nuklir.

Evaluasi Pengawasan Reaktor Nuklir RSG-GAS: Perhitungan Burn-up dengan Program SRAC

RSG-GAS merupakan reaktor riset yang menggunakan bahan bakar uranium dengan pengkayaan rendah, didinginkan dan dimoderasi oleh air ringan. Reaktor ini terdiri dari 40 elemen bahan bakar dan 8 elemen kendali, dengan beberapa posisi iradiasi yang strategis untuk berbagai keperluan penelitian dan produksi isotop. Penggunaan SRAC dalam perhitungan bertujuan untuk memastikan parameter neutronik, seperti faktor multiplikasi dan reaktivitas, berada dalam batas aman yang telah ditentukan.

Kajian ini juga mengungkap adanya perubahan pola pemuatan bahan bakar dari 6/1 menjadi 5/1, yang disesuaikan dengan jenis bahan bakar baru, U3Si2-AI. Pergantian ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasi reaktor dan pengelolaan bahan bakar. Hasil perhitungan dan evaluasi ini akan menjadi landasan penting dalam pembuatan kebijakan dan penyusunan regulasi terkait keselamatan dan operasional reaktor nuklir di Indonesia.

Baca/unduh hasil kajian di sini.

Posting Komentar untuk "Evaluasi Pengawasan Reaktor Nuklir RSG-GAS: Perhitungan Burn-up dengan Program SRAC"